Page 390 - Standar Pelayanan MPP Pandeglang
P. 390
56. Surat Izin Kerja Perawat Anastesi (SIKPA).
No Komponen Uraian
1. Dasar Hukum 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39
Tahun 2014 tentang Perkebunan.
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 31 Tahun 2013 tentang
Penyelenggaraan Pekerjaan Perawat Anastesi.
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan
Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara
Elektronik.
2. a. Persyaratan Umum 1. Kualifikasi perawat anastesi adalah lulusan
perawat anastesi.
2. Perawat anastesi hanya dapat melakukan
pekerjaan paling banyak di 2 (dua) tempat
kerja.
3. Surat Izin Kerja Perawat Anastesi (SIKPA)
hanya berlaku untuk 1 (satu) tempat kerja.
b. Persyaratan 1. Foto copy ijazah yang dilegalisir.
Administrasi Izin Baru 2. Surat Tanda Registrasi Perawat Anastesi
dan Perpanjangan
(STRPA).
3. Surat keterangan sehat fisik dari dokter yang
memiliki surat izin praktik.
4. Surat pernyataan memiliki tempat kerja di
fasilitas pelayanan kesehatan.
5. Pas photo berwarna terbaru 4 x 6 sebanyak 3
(tiga) lembar berlatar belakang merah.
6. Rekomendasi dari organisasi profesi.
7. Surat Izin Kerja Perawat Anastesi (SIKPA)
yang lama (untuk perpanjangan izin/SIKPA
pertama untuk pengajuan SIKPA kedua).
3. Sistem, Mekanisme dan 1. Pemohon Mengakses laman SICANTIK
Prosedur CLOUD di alamat sicantikui.layanan.go.id
untuk mendaftarkan permohonan serta
melampirkan persyaratan.
2. Apabila persyaratan administrasi telah
lengkap maka DPMPTSP memproses
rekomendasi teknis kepada Dinas
Kesehatan.
3. Dinas Kesehatan melakukan peninjauan
lokasi dan/atau rapat pembahasan jika
diperlukan.
4. Rapat pembahasan sebagaimana dimaksud
angka 4 dapat difasilitasi/dikoordinasikan
oleh DPMPTSP.
5. Dinas Kesehatan memberikan jawaban
secara tertulis dan/atau melakukan
notifikasi melalui Aplikasi SICANTIK CLOUD
atas pengajuan rekomendasi teknis baik
yang dapat disetujui maupun yang ditolak.

