Page 394 - Standar Pelayanan MPP Pandeglang
P. 394
57. Surat Izin Kerja Tenaga Sanitarian (SIKTS).
No Komponen Uraian
1. Dasar Hukum 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39
Tahun 2014 tentang Perkebunan.
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang
Penyelenggaraan Pekerjaan Tenaga sanitarian.
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan
Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara
Elektronik.
2. a. Persyaratan Umum 1. Kualifikasi Tenaga Sanitarian yaitu :
a. Sanitarian merupakan tenaga sanitarian
yang memiliki Ijazah Profesi Kesehatan
Lingkungan untuk.
b. Teknisi Sanitarian Utama merupakan
tenaga sanitarian yang memiliki ijazah
Diploma Tiga Penilik kesehatan, Diploma
Empat / Sarjana Terapan / Sarjana
Kesehatan Lingkungan / Ilmu Lingkungan
/ Teknologi Lingkungan / Teknik
Lingkungan / Teknik Sanitasi.
c. Teknisi Sanitarian Madya merupakan
tenaga sanitarian yang memiliki ijazah
Diploma Tiga Ahli Madya Sanitasi dan
Kesehatan Lingkungan/Teknologo Sanitasi.
d. Teknisi Teknisi Sanitarian Pratama
merupakan tenaga sanitarian yang
memiliki ijazah Diploma Satu Kesehatan
Lingkungan/Pembantu Penilik Hygiene.
e. Asisten Teknisi Sanitarian merupakan
tenaga sanitarian yang memiliki ijazah
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Kesehatan Lingkungan/Sanitasi/plumbing.
2. Tenaga Sanitarian hanya dapat melakukan
pekerjaan paling banyak di 2 (dua) tempat
kerja.
3. Surat Izin Kerja Tenaga Sanitarian (SIKTS)
hanya berlaku untuk 1 (satu) tempat kerja.
b. Persyaratan 1. Foto copy ijazah yang dilegalisir.
Administrasi Izin Baru 2. Surat Tanda Registrasi Tenaga Sanitarian
dan Perpanjangan (STRTS).
3. Surat keterangan sehat fisik dari dokter yang
memiliki surat izin praktik.
4. Surat pernyataan memiliki tempat kerja di
fasilitas pelayanan kesehatan.
5. Pas photo berwarna terbaru 4 x 6 sebanyak 3
(tiga) lembar berlatar belakang merah.
6. Rekomendasi dari organisasi profesi.
7. Surat Izin Kerja Tenaga Sanitarian (SIKTS)
yang lama (untuk perpanjangan izin/SIKTS
pertama untuk pengajuan SIKTS kedua).

