Page 19 - Modul Sejarah Indonesia Kelas XII _KD 3.1 dan 4.1
P. 19

JENDERAL AHMAD YANI

                                                                Jendral  Ahmad  Yani.  Beliau  lahir  pada  tanggal  19
                                                           Juni  1922  di  Jenar,  Purworejo,  Jawa  Tengah.  Beliau
                                                           mengawali karir militernya dengan pangkat Sersan dengan
                                                           mengikuti pendidikan militer pada Dinas Topografi Militer
                                                           di  Malang  dan  secara  lebih  intensif  di  Bogor.Torehan
                                                           prestasi  telah  diraihnya  di  masa  perang  kemerdekaan.
                                                           Ahmad Yani berhasil menyita senjata Jepang di Magelang.
                                                           Setelah  Tentara  Keamanan  Rakyat  (TKR)  terbentuk,  Dia
                                                           diangkat menjadi Komandan TKR Purwokerto.
                                                                  Sejak     awal
                                                                  karirnya  di  TNI,  Jenderal  Ahmad  Yani  banyak
                                                                  menerima  penugasan  tempur  untuk  melawan
                                                                  Belanda  dan  gerakangerakan  pemberontakan  di
                                                                  Indonesia.  Sebagai  seorang  prajurit  yang  setia
                                                                  kepada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik
                                                                  Indonesia, beliau memegang teguh doktrin militer
                                                                  dan  sangat  antipati  terhadap  gerakan-gerakan
                                                                  separatisme di Indonesia. Beliau banyak berperan
                                                                  baik  secara  tidak  langsung  maupun  langsung
                                                                  terlibat dalam penumpasan gerakan separatisme
                                                                  di IndonesiaPada tahun 1962, Jenderal
                                                                   Ahmad  Yani  diangkat  menjadi  Panglima
                                                                  Angkatan  Darat.    Ahmad  Yani  gugur  sebagai
                                                                  pahlawan  Revolusi,  setelah  ditembak  di  depan
                       kamar tidurnya pada tanggal 1 Oktober 1965 Jenazahnya kemudian ditemukan di Lubang Buaya, Jakarta
                       Timur bersama dengan jasad 6 perwira lainnya.



                       PARA RAJA YANG BERKORBAN UNTUK BANGSA:

                       SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO IX
                       Pada tahun   1940, ketika Sultan Hamengkubuwono IX dinobatkan menjadi raja Yogjakarta, ia dengan
                       tegas menunjukkan sikap nasionalismenya. Dalam pidatonya saat itu, ia mengatakan:
                            “Walaupun saya telah mengenyam pendidikan Barat yang sebenarnya, namun pertama-tama
                            saya adalah dan tetap adalah orang Jawa.”(Kemensos, 2012)

                                                      Sikapnya  ini  kemudian  diperkuat  manakala  tidak  sampai  3
                                                      minggu setelah  proklamasi  17  Agustus  1945  dibacakan,  Sultan
                                                      Hamengkubuwono  IX  menyatakan  Kerajaan  Yogjakarta
                                                           adalah bagian dari negara Republik Indonesia. Dimulai pada
                                                      tanggal 19 Agustus, Sultan mengirim telegram ucapan selamat
                                                      kepada  Soekarno-Hatta  atas  terbentuknya  Republik  Indonesia
                                                      dan  terpilihnya  SoekarnoHatta  sebagai  Presiden  dan  Wakil
                                                      Presiden.  Tanggal  20  Agustus  besoknya,  melalui  telegram
                                                      kembali,  Sultan  dengan  tegas  menyatakan  berdiri  di  belakang
                                                      Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Dan akhirnya pada tanggal
                            5 September 1945, Sultan Hamengkubuwono IX memberikan amanat bahwa:
                            1.  Ngayogyakarta Hadiningrat yang bersifat kerajaan adalah daerah istimewa dari Republik
                               Indonesia.

                            2.  Segala kekuasaan dalam negeri Ngayogyakarta Hadiningrat dan urusan pemerintahan
                               berada di tangan Hamengkubuwono IX.




                                                                                                                    18
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24