Page 89 - Mobile Modul MekopIMP
P. 89
untuk membatasi jumlah anak yang sudah dimilikinya khusus untuk
UPPKS berperan juga dalam peningkatan pendapatan keluarga
melalui usaha ekonomi produktif.
Ada tiga alasan utama mengapa PPKBD, Sub PPKBD harus
tetap eksis dilapangan, dan senantiasa mengikuti perkembangan
paradigma program Bangga Kencana, antara lain:
1. Kader PPKBD, Sub PPKBD yang terdiri dari Koordinator
PPKBD, PPKBD, Sub PPKBD dan Kelompok KB/KS selama
ini memiliki peran yang sangat besar dalam mendukung
suksesnya program Bangga Kencana. Tanpa dukungan
dan kerja keras PPKBD, Sub PPKBD maka program Bangga
Kencana akan menemui banyak hambatan dimasyarakat.
Keberadaan PPKBD, Sub PPKBD telah mencakup seluruh
desa, dusun hingga tingkat RT yang ada di Indonesia,
strategi penggerakan masyarakat dapat memakan waktu
yang cukup lama, mengingat masyarakat Indonesia yang
cukup heterogen dengan latar belakang yang berbeda
pula. Baik dilihat dari segi pendidikan, suku, agama,
ekonomi, sosial, budaya dan demografi.
2. Kader PPKBD, Sub PPKBD adalah pekerja sosial yang
tangguh. Pelaksanaan tugas PPKBD, Sub PPKBD
dilapangan, dengan segala keterbatasan yang ada
dilihat dari segi biaya operasional dan sarana. Keuletan
dan kecerdasan berpikir harus dimiliki oleh PPKBD,
Sub PPKBD, baik dalam merencanakan sampai pada
updating data pada laporan hasil pelaksanaan program
KB diwilayah tugas dengan legalitas SK Kepala Desa atau
Camat tentang keberadaan institusi ini di semua wilayah.
Alasan lain yang dapat dikemukakan PPKBD, Sub PPKBD
dikatakan sebagai pekerja sosial yang tangguh, karena
PPKBD, Sub PPKBD bekerja dengan tekun dan penuh
keikhlasan walaupun tidak digaji. Membangun paradigma
berpikir bahwa menjadi kader PPKBD, Sub PPKBD tidak
dapat dijadikan media atau jalan pintas untuk mencari
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional | 89
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana

