Page 40 - E-MOD I-K SAINS K7
P. 40
a. Memiliki akar, batang, dan daun sejati. Akar
biasanya berupa akar serabut, sementara batang
berupa rizoma (batang yang menjalar di bawah
tanah).
b. Mengalami pergantian generasi (metagenesis),
yaitu peralihan antara fase gametofit yang haploid
dan fase sporofit yang diploid.
c. Menghasilkan spora sebagai alat
perkembangbiakan.
d. Memiliki jaringan pembuluh. Pteridophyta
memiliki xilem (untuk transportasi air) dan floem
(untuk transportasi nutrisi.
e. Umumnya tumbuh di tempat yang lembab dan
teduh, meskipun ada beberapa spesies yang bisa
hidup di daerah kering. Pteridophyta banyak
ditemukan di hutan hujan tropis dan daerah
e.
dengan kelembapan tinggi.
Jenis spesies divisi pteridophyta yang sering
dilambangkan dalam ukiran Dayak Bahau ialah
Polystichum setiferum. Tumbuhan ini termasuk
dalam kelompok Paku Sejati (Filicinae). Ciri-ciri dari
Polystichum setiferum ialah:
a. Lebih menyukai habitat yang teduh dan lembab,
sehingga sering terlihat di hutan dan juga di
daerah pegunungan.
b. Merupakan tanaman daun hijau sepanjang tahun
dengan daun yang panjang dan melengkung.
Pelepahnya yang berwarna gelap memiliki tekstur
yang lembut, sehingga dijuluki pakis bulu.
Siklus hidup pteridophyta atau metagenesis dari
tumbuhan ini melalui tahapan sebagai berikut:
25