Page 111 - IST Baru
P. 111

a. Penugasan ke Timor Timur

                               Pada tahun 1976 wilayah Timor- Timur, secara resmi menjadi bagian in-
                         tegral Republik Indonesia. Sebagai konsekuensi dari adanya penggabungan
                         ini, pemerintah RI bersama rakyat mempunyai tanggungjawab membangun
                         daerah Timor-Timur dari keterbelakangan, kebodohan dan kemiskinan. Sa-
                         lah satu kendala cukup serius yang dihadapi dalam proses pelaksanaan pem-
                         bangunan di Timor-Timur adalah masalah gangguan/ stabilitas keamanan

                         dari gerombolan pengacau keamanan (GPK). Guna menciptakan stabilitas di
                         wilayah tersebut, maka ABRI (sekarang TNI) mendapat kepercayaan dari pe-
                         merintah dan rakyat untuk bertindak melaksanakan operasi keamanan da-
                         lam negeri.

                               Kodam  VI/MLW sebagai bagian dari TNI tidak luput dari kepercayaan
                         tersebut. Sampai dengan wilayah Timor- Timur terlepas dari Negara Kesat-
                         uan Republik Indonesia, Kodam VI/MLW telah mengirim beberapa satuan
                         operasionalnya untuk berperan serta dalam tugas pengamanan wilayah Ti-
                         mor-Timur, termasuk pada saat dilaksanakan referendum yang kemudian
                         tanggung jawab stabilitas keamanan diserahkan kepada tentara gabungan

                         PBB (INTERFET) tahun 1999.
                               Adapun satuan-satuan operasional Kodam VI/MLW yang melaksanakan
                         tugas operasi di Timor-Timur periode 1985 s.d. 2000 sebag ai berikut:

                               Yonif  600/Raider Pada Tahun 1977 s.d 1978 kekuatan 1 Batalyon dibawah
                         Pimpinan Letkol Inf Teuku Tjut Meurah bertugas di Timor-Timur.

                         1.  Yonif  600/Raider Pada Tahun 1998 s.d 1999 Kekuatan 1 Kompi dibawah
                             Pimpinan Kapten Inf Dwi Darmadi melaksanakan tugas di Timor-Timur
                             yang tergabung dalam Satgas Rajawali.

                         2.  Yonif  600/Raider Pada Tahun 1984 s.d 1985 kekuatan 1 Batalyon dibawah

                             Pimpinan Letkol Inf Thamrin Muis bertugas di Timor-Timur.
                         3.  Yonif  600/Raider Pada Tahun 1991 s.d 1992 kekuatan 1 Kompi Senapan C
                             dibawah Pimpinan kapten Inf Suyatno melaksanakan tugas di Timor-Timur
                             Bawah Perintah Yonif 613/Raja Alam.

                         4.  Yonif  600/Raider Pada Tahun 1992 s.d 1993 kekuatan 1 Kompi Gabungan







                                                                                                                111
   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116