Page 36 - combinepdf_Neat
P. 36
Kegiatan Belajar 2
Tugas Perkembangan
Tugas perkembangan menurut Robert J. Harvighust adalah sebagian tugas yang muncul pada suatu periode
tertentu dalam kehidupan individu, yang merupakan keberhasilan yang dapat memberikan kebahagiaan serta
memberi jalan bagi tugas-tugas berikutnya. Kegagalan akan menimbulkan kekecewaan bagi individu, penolakan
oleh masyarakat, dan kesulitan untuk tugas perkembangan berikutnya.
Tugas Perkembangan Pada Masa Kanak - Kanak Awal
belajar berjalan;
belajar makan makanan padat;
belajar mengendalikan gerakan badan;
mempelajari peran yang sesuai dengan jenis kelaminnya;
memperoleh stabilitas fisiologis;
membentuk konsep-konsep sederhana tentang kenyataan sosial dan fisik
belajar menghubungkan diri secara emosional dengan orang tua, kakak, adik, dan orang lain;
belajar membedakan yang benar dan salah.
Tugas perkembangan masa kanak-kanak akhir:
mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan tertentu;
membentuk sikap tertentu terhadap diri sendiri sebagai organisme yang sedang tumbuh;
belajar bergaul secara rukun dengan teman sebaya;
mempelajari peranan yang sesuai dengan jenis kelamin;
membina keterampilan dasar dalam membaca, menulis, dan berhitung;
mengembangkan konsep-konsep yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari
membentuk kata hati, moralitas, dan nilai-nilai;
memperoleh kebebasan diri;edakan yang benar dan salah.
mengembangkan sikap-sikap terhadap kelompok-kelompok dan lembaga sosial.
Tugas perkembangan masa remaja:
memperoleh hubungan-hubungan baru dan lebih matang dengan yang sebaya dari kedua jenis kelamin;
memperoleh peranan sosial dengan jenis kelamin individu;
menerima fisik diri dan menggunakan badan secara efektif;
memperoleh kebebasan diri melepaskan ketergantungan diri dari orang tua dan orang dewasa lainnya;
melakukan pemilihan dan persiapan untuk jabatan;
memperoleh kebebasan ekonomi;
persiapan perkawinan dan kehidupan berkeluarga;
mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan sebagai warga negara yang baik;
memupuk dan memperoleh perilaku yang dapat dipertanggung jawabkan secara sosial;
memperoleh seperangkat nilai dan sistem etika sebagai pedoman berperilaku.
Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog. Intan Puspitasari, S.Psi., MA
Psikologi Peserta Didik

