Page 13 - BUP Lumut Kerak (Lichenes) Biologi SMA
P. 13
Berdasarkan bentuk pertumbuhannya, lumut kerak terbagi menjadi
empat tipe yaitu Crustose, Foliose, Fructicose, dan Squamulose.
a. Crustose
Lichenes crustose terbentuk seperti kerak (kulit kerak), berukuran kecil,
datar dan tipis, melekat erat pada substratnya (batu, kulit pohon atau
tanah), sehingga tidak mungkin diambil tanpa merusak talusnya.
b. Foliose
Lichenes Foliose berbentuk daun. Talusnya datar, lebar, banyak lekukan
seperti daun yang mengkerut dan biasanya berbentuk lingkaran.
c. Fruticose
Lichenes Fruticose berupa semak dan memiliki banyak cabang dengan
bentuk seperti pita, rambut atau tali. Talus tumbuh tegak atau
menggantung pada batu, daun-daunan atau cabang pohon.
d. Squamulose
Lichenes squamulose memiliki talus dengan lobus bersisik, lobus ini
disebut squamulose yang biasanya berukuran kecil dan saling bertindih.
Talus ini juga memiliki struktur tubuh buah yang disebut dengan podetia.
3. Cara Reproduksi Lumut Kerak (Lichenes)
Lumut Kerak (Lichenes) mampu bereproduksi secara aseksual
sebagai unit simbiosis (satu kesatuan organisme) dengan cara fragmentasi
induk lichenes dan pembentukan soredia. Fragmentasi terjadi apabila ada
pemutusan dan pemisahan sebagian tubuh induk, kemudian bagian tubuh
tersebut tumbuh menjadi lichenes baru. Sementara soredia merupakan
kumpulan hifa yang mengandung sel ganggang di dalamnya. Soredia
tedapat di permukaan lichenes dan terlihat bewarna putih seperti tepung.
Apabila soredia ini jatuh di tempat yang cocok, maka akan tumbuh
lichenes baru (Irnaningtyas, 2014). Berikut ini flowchart sistem
reproduksi aseksual lumut kerak (lichenes) dengan cara fragmentasi dan
soredia:
8

