Page 130 - BUKU DARI SENAYAN UNTUK INDONESIA
P. 130
dari senayan untuk indonesia
Mantan Penasihat Ekonomi Perserikatan Bangsa-
Bangsa (PBB) Rizal Ramli berpendapat pembenahan
BUMN mestinya mudah jika tidak ada konflik kepentingan
yang dimulai dari tahap penunjukan komisaris dan direksi
BUMN yang serampangan, misalnya praktik asal menyetor
akhirnya bisa jadi komisaris atau direksi. Inisiatif Komisi VI
DPR melahirkan UU BUMN dengan sangat memperketat
proses seleksi jabatan komisaris dan direksi adalah
terobosan yang tepat untuk menyelamatkan perusahaan
pelat merah tersebut.
Menurut Ramli, menjadi keanehan umum ketika
banyak BUMN terus merugi padahal selain mendapat
bantuan pendanaan dari pemerintah, juga boleh melakukan
monopoli dan oligopoli di dalam negeri. Dengan potensi
yang besar untuk tumbuh kembang di dalam negeri sendiri
itu, pembenahan sistem penjaringan komisaris dan direksi
BUMN untuk mengikat orang-orang berkompeten adalah
hal yang tepat dilakukan.
Sebagai penggerak ekonomi nasional, BUMN punya
tugas besar untuk memajukan perekonomian. “Seperti
di Eropa dan Tiongkok, BUMN-nya menjadi penggerak
percepatan ekonomi negara,” ujar Ramli.
98