Page 220 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 220
KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN
Atas prakarsa pemerintah, untuk memayungi organisasi keagamaan Islam
dibentuklah Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta pada 1975. Selain
itu juga terdapat organisasi Islam pemuda dan pelajar yang independen,
yaitu Himpunan Mahasiswa Islam/HMI (1947, Yogyakarta) dan Pelajar
Islam Indonesia/PII (1947, Yogyakarta). Sedangkan ormas sejenis yang lain
umumnya bernaung di bawah ormas Islam besar sebagai payung seperti
PMII, IPNU, IPPNU, IMM, dan sebagainya.
Sedangkan ormas keagamaan lainnya adalah Konferensi Waligereja
Indonesia/KWI (1955) untuk Katolik, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia/
PGI (1950) untuk Kristen, lalu ada Perwalian Umat Buddha Indonesia/Walubi
untuk Buddha, Parisada Hindu Dharma Indonesia/PHDI (1959) untuk Hindu,
dan Majelis Tinggai Agama Konghucu Indonesia/MATAKIN (1923) untuk
Konghucu. Semua itu merupakan organisasi
payung, karena di bawahnya masih
Keanekaragaman terdapat lembaga-lembaga perkumpulan
itu merupakan sendiri-sendiri. Bahkan untuk penghayat
potensi sekaligus kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha
tantangan Esa terdapat ratusan organisasi.
Keanekaragaman itu merupakan potensi
tersendiri. sekaligus tantangan tersendiri. Tantangan
ini dari kenyataan, segala hal yang
menyangkut keyakinan dan tata nilai yang
beragam selalu memiliki sisi manifes dan sisi
laten. Sisi manifes selalu bernilai positif dan
luhur, namun sisi laten justru berkebalikan
mempunyai potensi menimbulkan konflik dan persaingan.
Sisi laten inilah yang seperti ditekankan Bung Karno, sikap hormat-
menghormati sesama pemeluk agama dan kepercayaan menjadi sangat
penting dan harus selalu dijaga. Tidak ada egoisme. Pada titik inilah
pentingnya Pancasila sebagai dasar negara, sebagai weltanschauung, sebagai
pandangan dunia, sebagai common platform.
Oleh karena itu, dalam pandangan Rachmat Gobel, meningkatkan
kemampuan dalam komunikasi dan interaksi sesama anak bangsa menjadi
sangat penting. Banyak hal bisa diselesaikan dengan lebih mudah jika
komunikasi dan interaksi sesama anak bangsa berlangsung damai dan
penuh persahabatan, termasuk dalam politik.
“Politik persahabatan harus menjadi langgam utama dalam berbangsa
dan bernegara. Hal ini bukan saja karena Indonesia negeri yang bhinneka
dan luas, tapi juga karena kondisi geografis sebagai kepulauan yang
202

