Page 221 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 221

KIPRAH TAHUN KEDUA WAKIL KETUA DPR/KORINBANG DR. (H.C.) RACHMAT GOBEL

                    memudahkan meletupnya konflik. Selain itu juga karena kemiskinan yang
                    besar dan ketimpangan yang masih lebar, dua hal yang bisa menjadi bahan
                    bakar yang efektif untuk menghanguskan kehidupan sosial,” kata Rachmat
                    Gobel.
                       Bukan  hanya  sebagai  jargon,  membangun  politik  persahabatan  telah
                    menjadi    bagian  inheren  dalam  pribadi  Rachmat  Gobel  dalam  menjalin
                    komunikasi dengan berbagai kalangan, baik  dalam berinteraksi secara
                    formal maupun nonformal. Bahkan dalam menjalankan diplomasi, politik
                    persahabatan telah menjadi ciri khasnya baik ketika menjadi  Utusan Khusus
                    Presiden Jokowi  untuk  Jepang,  maupun  dalam  menjalankan  diplomasi  ke
                    berbagai negara.
                       Bagi Rachmat Gobel, politik persahabatan itu telah dicontohkan dengan
                    bagus sekali oleh generasi  founding  father. Para bapak bangsa memiliki
                    politik  persahabatan yang luhur. Usai berdebat di  parlemen, mereka bisa
                    berboncengan sepeda bersama, saling berkunjung ke rumah masing-masing,
                    bahkan urunan membelikan rumah untuk yang belum punya rumah.
                       Nilai-nilai  itulah,  lanjut  Rachmat Gobel, yang harus  terus dirawat dan
                    dilestarikan. Karena karakter seperti itu  yang menjadi  ciri dari bangsa-
                    bangsa maju. Hubungan yang dibangun dalam semangat persahabatan akan
                    membangun sinergi di antara anak bangsa, melahirkan berbagai ide dan
                    gagasan cemerlang dan membentuk karakter yang kuat bagi bangsa ini.
                       Politik  persahabatanlah  membuat  Rachmat  Gobel  selalu  berupaya
                    merespon dengan cepat berbagai masalah yang dihadapi. Sebagai ilustrasi,
                    saat terjadi Badai Siklon Seroja di Flores  yang menimbulkan  banjir dan
                    korban jiwa hingga lebih dari 100 orang pada April 2021 lalu, ia langsung
                    melakukan komunikasi langsung dengan Uskup Larantuka, Nusa Tenggara
                    Timur  (NTT),  Mgr Fransiskus Kopong Kung. Padahal saat itu Rachmat
                    Gobel juga tengah ketar-ketir karena pada saat badai berlangsung ia tengah
                    melakukan kunjungan kerja ke Sumba, NTT.
                       Namun  segala  khawatir  dan  was-was pada  dirinya  langsung  hilang
                    begitu mendengar kabar bahwa badai  telah membuat sejumlah  wilayah
                    NTT kebanjiran dan memakan banyak korban.  Rachmat Gobel yang juga
                    merasakan drama badai  ini  membayangkan penderitaan yang harus
                    dihadapi  penduduk  yang terkena banjir. Ia langsung menghubungi  dan
                    berkomunikasi dengan Keuskupan Larantuka–membawahi Flores  Timur
                    dan Lembata–untuk menawarkan bantuan. Korban terbesar berasal dari
                    dua kabupaten ini.
                       Berkoordinasi Ketua  DPW  Partai NasDem NTT,  Rachmat Gobel
                    menginstruksikan  untuk  membangun  posko bencana dan  dapur  umum.


                                                       203
   216   217   218   219   220   221   222   223   224   225   226