Page 271 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 271
KIPRAH TAHUN KEDUA WAKIL KETUA DPR/KORINBANG DR. (H.C.) RACHMAT GOBEL
penanda apakah nutrisi anak sudah cukup atau belum. Jika tubuhnya lebih
pendek dibandingkan teman-teman seusianya dan penyebab utama adalah
kekurangan nutrisi, hal ini menunjukkan si anak mengalami stunting.
Seperti dikatakan Rachmat Gobel, salah satu aspirasi masyarakat yang
banyak disampaikan kepadanya—terutama ibu ibu penggerak PKK—adalah
masih tingginya kasus stunting di provinsi ini. “Dalam kunjungan kerja saya
ke berbagai wilayah di Gorontalo, Ibu-ibu pengerak PKK kalau bertemu
selalu membicarakan masalah stunting ini,” kata Rachmat Gobel.
Stunting memang masih tergolong tinggi di Indonesia. Masih banyak
ditemukan anak kekurangan gizi di berbagai daerah. Fakta ini menunjukkan,
pesatnya pertumbuhan ekonomi dan perbaikan pembangunan sektor fisik
belum berjalan searah dengan perbaikan gizi masyarakat.
Masalah stunting harus mendapat perhatian serius, karena anak-anak
yang mengalaminya sangat berisiko. Kemampuan kognitif dan performa
sekolah mereka menjadi rendah. Menurunkan kapasitas belajar, nilai dan
prestasi sekolah sehingga membuat produktivitas mereka menjadi tertinggal.
Menurut penelitian Bank Dunia, stunting menyebabkan pertumbuhan
ekonomi serta produktivitas pasar kerja terhambat, dan akan memperburuk
kesenjangan. Ketika dewasa, anak yang mengalami kondisi stunting potensi
penghasilan mereka 20% lebih rendah bila dibandingkan dengan anak
yang tidak mengalami stunting. Dalam jangka panjang stunting dapat
menimbulkan kerugian ekonomi sebesar 2%-3% dari produk domestik bruto
(PDB) per tahun.
Penyebab utama stunting ialah kurangnya asupan gizi selama anak dalam
kandungan maupun setelah lahir. WHO menyatakan, sekitar 20% kejadian
stunting sudah terjadi saat bayi masih berada di dalam kandungan. Hal ini
disebabkan oleh asupan ibu selama hamil yang kurang bergizi sehingga
nutrisi yang diterima janin cenderung sedikit. Akhirnya, pertumbuhan di
dalam kandungan terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.
Terkait hal itulah, menurut Rachmat Gobel, aspirasi mengenai masalah
stunting ini menjadi salah satu prioritasnya. Pada kesempatan bertemu
dengan Direktur Utama Bulog Budi Waseso, ia diberitahu kalau ada beras
untuk mencegah munculnya persoalan stunting ini. “Saya bertemu dengan
Pak Budi Waseso, saya diberitahu ada beras fortivit yang bisa untuk
mencegah stunting dan juga meningkatkan imunitas. Lalu saya putuskan
untuk mengadakan beras fortivit ini untuk masyarkat Gorontalo,” kata
Rachmat Gobel.
253

