Page 247 - BUKU MENYERAP ASPIRASI MENCIPTAKAN SOLUSI
P. 247

SATU TAHUN KIPRAH WAKIL KETUA DPR KORINBANG DR (HC) RACHMAT GOBEL

                    di  Kecamatan Asparaga ada  dua  desa yang terkena banjir
                    yaitu desa Karya Indah dan desa Pangahu.
                       Lokasi  yang  paling  parah  terkena  banjir  adalah  Kec.
                    Boliyohuto, di mana tidak  kurang 411 rumah  penduduk
                    terendam. Bencana  ini  juga  disertai  longsor di  banyak  titik
                    sepanjang  jalan  Trans  Sulawesi  yang  menghubungkan
                    Gorontalo dengan Sulawesi Utara, sehingga menyebabkan
                    akses jalan terputus selama beberapa hari.
                       Dalam kunjungan ke lokasi banjir, Rachmat Gobel
                    bersama Otoritas jasa Keuangan (OJK) bergerak cepat dengan
                    memberikan  bantuan  sembako dan  melakukan  edukasi
                    pengelolaan keuangan pasca bencana bagi  para korban
                    banjir di Desa Diloniyohu, Kecamatan Boliyohuto, kabupaten
                    Gorontalo. Ia berpesan agar kejadian serupa tidak terulang,
                    maka masyarakat sudah sepatutnya menjaga kelestarian alam
                    dan turut mengatasi penggundulan hutan serta pendangkalan
                    sungai.
                       Rachmat  Gobel  berjanji  akan  memfalitasi  komunikasi
                    dengan para pengambil kebijakan di pemerintah pusat untuk
                    bersama mengambil langkah perbaikan dalam semua aspek.
                    Memastikan agar bencana serupa tidak terjadi lagi. Kepada
                    masyarakat juga dipesankan agar tidak  merasa putus asa
                    sehingga bisa bangkit kembali.
                       Pada  bulan  Juli,  hujan  deras kembali  melanda  sejumlah
                    kawasan di Provinsi Gorontalo yang kemudian menyebabkan
                    banjir di sejumlah desa. Banjir terparah antara lain dirasakan
                    oleh penduduk yang tinggal di Kampung Bugis, Kota Gorontalo.
                    Wilayah ini memang dikenal sebagai kawasan yang menjadi
                    langganan banjir.
                       Terhitung sejak Mei-Juli 2020, tidak kurang dari 9 kali
                    banjir melanda Kampung Bugis dan sekitarnya. Banjir berasal
                    dari luapan Sungai Bone. Akibat derasnya arus air, beberapa
                    bagian tanggul di bantaran sungai roboh terseret  sehingga


                                                                           225
   242   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252