Page 131 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 131

Minyak pala kebanyakan di kenal oleh manca negara yang bersumber dari
biji dan fuli, sedangkan daging dapat dijadikan minyak atsiri.Minyak atsiri pala
dapat didestilasi dari beberapa metode antara lain penyulingan, pressing, ekstraksi
kombinasi pelarut yang volatil, dan oelh lemak keras. Cara penyulingan
mempunyai kebaikan dikarenakan minyak atsiri yang didapatkan nantinya lepas
dari pelarut selain anorganik dan dapat dipakai secara langsung tanpa melewati
metode ekstraksi. Minyak atsiri menghasilkan mutu dipengaruhi dari berbagai
faktor antara lain cara penyulingan, kondisi bahannya kering atau basah, bahan
menjadi lebih baik, waktu destilasi, kecepatan volatil, tekanan operasi yang besar,
diameter kotak penyulingan dan lainnya.
Gambar 45. Minyak Atsiri Pala
Sumber: JKK. 6(2) 2017 halaman 3
Minyak atsiri pala mempunyai kandungan di antaranya α-pinene, α-
phellandrene, sabinene, cyclobutene, safrene, γ terpinene, myrcene, myristicin.
Komponen-komponen senyawa pada minyak atsiri ini menjadi menguap dari
jaringan bersaamaan dengan uap air pada saat proses destilasi uap. Sesudah uap
minyak serta uap air dari kondensor, uap mengalami pengembunan berubah
menjadi cair hasil dan ditimbun. Minyak atsiri akan berada di lapisan atas karena
memiliki berat jenis lebih rendah dan air akan berada di lapisan bawah karena
memiliki berat jenis yang lebih tinggi (Astuti, 2019).
126














































































   129   130   131   132   133