Page 161 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 161

dari virgin coconut oil (VCO) dibandingkan minyak kelapa lainnya terbukti dalam hal
ini (Novarianto dan Tulalo, 2007). Struktur kecil VCO memfasilitasi penyerapan lebih
cepat oleh sabun dan kulit.
Di antara komoditas tanaman pangan yang memberikan pendapatan bagi
negara di luar industri migas adalah teh. Di sektor industri, pabrik teh juga dapat
digunakan sebagai bahan baku untuk menciptakan produk jadi di industri makanan,
minuman, dan kosmetik. Varietas hijau (Camellia sinensis) adalah salah satu yang
tumbuh dengan baik di Indonesia. Teh hijau yang biasa dikonsumsi oleh Masyarakat
adalah salah satu jenis teh yang tidak difermentasi dan mengandung senyawa katekin
yang merupakan salah satu senyawa flavonoid. Di dalam teh hijau, komponen
utamanya adalah polifenol dengan senyawa utama yang berperan sebagai antioksidan
adalah flavonoid (Leslie & Shirly, 2019).
Selain flavonoid dan katekin, teh hijau juga mengandung bahan kimia
metabolit sekunder seperti glikosida, tanin, alkaloid, saponin, dan flavonoid. Senyawa
ini memiliki banyak manfaat kesehatan bagi manusia. Molekul metabolit sekunder ini
memiliki kemampuan untuk menekan aksi beberapa enzim, antara lain tirosinase,
amilase, sukrase, maltase, enzim glukosil yang menginisiasi HIV, dan enzim
angiotensin-I (Nugraheni dkk., 2022).
Gambar 54. Virgin Coconut Oil
Sumber: Laboratorium PKimia FKIP Unsri
156














































































   159   160   161   162   163