Page 175 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 175

BAB 10
PEMBUATAN PARFUM DARI MINYAK ATSIRI
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah adalah mahasiswa dapat menerapkan dan
mengembangkan lebih lanjut kompetensi ilmu kimia dan Pendidikan kimia, untuk
menjadi wirausahawan pada kehidupan sehari-hari yang relevan, untuk kemaslahatan
bersama (CPMK6). Sedangkan kemampuan akhir pada percobaan ini mahasiswa
mampu mengembangkan eksperimen Parfum dari berbagai minyak atsiri (Sub-
CPMK7). Pengalaman belajar diperoleh adalah mahasiswa melakukan percobaan
dengan mengamati, mengembangkan, menganalisis, mengelaborasi, membuat dan
mengirimkan laporan sebagaimana yang dibahas pada aplikasi yang telah tersedia.
a. Orientasi
Parfum berasal dari bahasa Latin “Per” yang dapat juga diartikan sebagai thorough
yang memiliki arti menyeluruh atau melalui serta dari kata “Fumus” yang dalam bahasa
Inggris berarti smoke yang memiliki arti asap. Nama perfume dikenal oleh orang-orang
Prancis untuk aroma yang berasal dari proses pembakaran dupa. Parfum berasal dari
Mesopotamia dan Mesir. Tahun 1190 ketika parfum memasuki Prancis, parfum
menjadi produk komersial di negara tersebut. Seiring dengan terus berkembangnya
parfum hingga saat ini, produk yang memiliki aroma wangi ini masih menjadi produk
industri yang mendunia (Utomo dkk., 2023).
Parfum dikenal sebagai produk wewangian yang gemar digunakan dalam
kehidupan sehari-hari. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan parfum yaitu
minyak atsiri yang dicampurkan dengan pelarut sehingga menghasilkan aroma wangi
atau aromaterapi. Esensial oil berasal dari bahan-bahan alami yang tergolong ke dalam
senyawa yang berada pada tubuh di bagian bunga, daun, biji, buah, kulit, dan batang.
Minyak atsiri menghasilkan produk yang mempunyai aroma ciri khas dari tanaman
aslinya serta bersifat mudah menguap pada suhu kamar (Kausala dkk., 2023).
170








































































   173   174   175   176   177