Page 176 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 176
Gambar 57 : Produk Parfum Minyak Atsiri
Sumber: Laboratorium PKimia FKIP Unsri
Menurut Adli dan Pramuduyono (2015), menyatakan bahwa parfum dapat
dibedakan menjadi 2 tipe fragrance yaitu, sintetis dan alami tergantung bagaimana cara
memperolehnya. Fragrance alami diperoleh dengan mengisolasi satu atau lebih
komponen kompleks pepaduan dari aldehid, hidrokarbon, keton, alkohol, dan rantai
pendek ester. Berbeda dengan fragrance sintetis, yang dihasilkan dari reaksi atau
turunan dari petroleum.
Terdapat tiga bagian dasar untuk membentuk komponen formulasi parfum:
• Komponen dasar merupakan komposisi dasar dalam parfum yang persentasenya
lebih tinggi, dan terdiri dari komposisi cara baunya. Modifikasi alasnya, dengan
penambahan wewangian dengan volatilitas yang lebih tinggi, menciptakan aroma
yang unik. Basis adalah yang paling penting dalam komponen parfum apapun.
Bahan dasar dapat berupa wewangian atau wewangian apapun yang tidak disukai
tidak stabil. Aroma ini dapat ditambahkan ke dalam parfum untuk menciptakan
produk yang menarik sesuai keinginan konsumen.
• Fiksatif merupakan komposisi campuran dalam parfum yang berfungsi sebagai
katalisator dan memperpanjang ketahanan aroma serta memperlambat laju
penguapan bahan-bahan yang mudah menguap. Komponenya cenderung tidak ada
bau, dapat larut dalam larutan polar dan non-polar, dan berada pada titik didik yang
lebih tinggi dari suhu titik. Ikatan fiksatif terhadap senyawa polar dalam parfum
171