Page 207 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 207

BAB 13
PEMBUATAN DIFFUSER AROMATERAPHY
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) adalah mahasiswa mampu dalam
menerapkan dan pengembangan pengetahuan dibidang kimia dan pendidikan kimia,
sehingga mereka dapat menjadi enterpreneur yang relevan dalam kehidupan
masyarakat sekitarnya (CPMK6). Sedangkan kemampuan akhir pada percobaan ini
mahasiswa mampu mengembangkan eksperimen Pembuatan Diffuser
Aromatherapy (Sub-CPMK7). Pengalaman belajar diperoleh adalah mahasiswa
melakukan percobaan dengan mengamati, mengembangkan, menganalisis,
mengelaborasi, membuat dan mengirimkan laporan sebagaimana yang dibahas pada
aplikasi yang telah tersedia.
a. Orientasi
Aromaterapi berasal dari kata “aroma” yang artinya wangi atau harum, dan
“therapy” yang berarti pengobatan atau disebut juga cara penyembuhan. Jadi dapat
diartikan aromaterapi adalah cara yang daat dilakukan untuk penyembuhan dengan
menggunakan wewangian atau aroma seperti minyak esensial (essential oil)
(Jaelani, 2009). Minyak atsiri atau essential oil memiliki sifat volatile dan sukar
larut dalam air, minyak atsiri diperoleh baik dari daun, kayu, bunga, atau kulit buah.
Proses pembuatan minyak atrisi dapat dilakukan dengan tiga cara diantaranya
pengempaan (pressing), ektraksi dengan pelarut (solven extraction), dan
penyulingan (distillation) (Hidayati 2012).
Salah satu buah lokal yang dapat dengan mudah ditemui di Indonesia ialah
jeruk. Kulit jeruk yang belum termanfaatkan akan menjadi limbah yang dibuang
begitu saja. Padahal sepeti yang kita ketahui, kulit buah jeruk memiliki berbagai
kandungan yang banyak manfaatnya, sehingga kulit jeruk dapat diolah menjadi
produk yang bermanfaat. Minyak atsiri kulit jeruk memiliki manfaat dan kegunaan
yang banyak seperti pewangi ruangan, bahan pembuatan wewangian, dan pemberi
rasa, serta digunakan sebagai bahan pembuatan aromaterapi. Karena aroma jeruk
dapat menstabilkan sistem syarat dan meningkatkan perasaan senang.
202





































































   205   206   207   208   209