Page 208 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 208
Ada beragam jenis bentuk dari aromaterapi diantaranya, minyak esensial
aromaterapi, minyak pijat aromaterapi, garam aromaterapi, dupa aromaterapi, lilin
aromaterapi, dan sabun aromaterapi. Jenis minyak atrisi jeruk dapat dibedakan
diantaranya kulit jeruk besar, kulit jeruk manis, jeruk nipis, jeruk madu, jeruk purut,
jeruk keprok dan sebagainya. Kandungan minyak atsiri dalam keadaan kering lebih
sedikit dibandingan dengan yang tidak kering (Lestari, Vidayanti & Jumari 2020).
Kandungan kulit jeruk terdapat senyawa gugus pektin dan minyak atsiri.
Senyawa minyak atsiri terdiri dari limonene sebanyak 95%, mirsen sebanyak 2%
dan senyawa lainnya seperti oktanal (1%), valensen (0,05%), dekanal (0,4%),
sinnsial (0,02%), sitronelal, neral, geranial, sinensial yang hanya (0,01%). Harga
minyak atsiri menjadi mahal karena adanya aroma senyawa limonene yang khas
(Lestari, Vidayanti, and Jumari 2020). Limonene adalah hidrokarbon yang termasuk
sebagai senyawa terpene. Limonene berbentuk cairan yang berwarna dengan
memiliki bau yang kuat dari jeruk (Hidayati 2012).
Aromaterapi minyak lavender adalah minyak esensial yang paling populer.
Minyak tersebut didapatkan dengan cara destilasi bunganya. Minyak atsiri bunga
lavender sangat cocok digunakan untuk perawatan kulit yang terkelupas, kulit
terbakar dan juga dapat membantu pengidap insomnia. Lavender adalah esensial
yang memiliki aromaterapi yang dikenal dengan anti-neurodepresive dan sedatif.
Kandungan bunga lavender diantaranya adalah senyawa linalool asetat yang
bermanfaat untuk melemaskan serta mengendorkan urat syaraf dan otot yang
tegang. Lavender dapat membantu dalam meredakan stress, sakit kepala, kejang
otot, ketegangan otot, meregulasi jantung dan mengobati insomnia.
Didalam tanaman lavender terdapat senyawa flavonoid, rosmarinic acid,
caffei acid 2-(3,4dihydroxyphenyl), chlorogenic acid, ethenyl ester (ada di bunga),
senyawa Terpenoid seperti Camphor, Linalil asetat, Linalol, 1,8-Cineole, Ursolic
acid, Oleanolic acid dan senayawa Flavonoid diantaranya Delphinidine, Hypolatin,
Malvidin, Scutellarein, Salvigenin, Xanthomicrol (ada di daun).
203