Page 230 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 230
Kulit manusia memerlukan perhatian dan perlindungan yang tepat, terutama melalui
penggunaan sabun yang sesuai. Sabun bukan hanya merupakan produk untuk
membersihkan, tetapi juga penting dalam menjaga kesehatan kulit. Dengan memilih sabun
yang cocok, seperti yang terbuat dari bahan alami dan bebas bahan kimia berbahaya, kita
dapat menghindari masalah kulit yang mungkin timbul akibat penggunaan produk yang
kurang sesuai. Pemilihan sabun yang tepat juga membantu menjaga keseimbangan alami
kulit dan mengurangi risiko iritasi atau alergi yang dapat mengganggu kenyamanan dan
kesehatan kulit secara keseluruhan (Sukawaty dkk., 2016).
Sabun aromaterapi, terutama dalam bentuk sabun mandi padat, merupakan inovasi
terbaru yang semakin populer di industri perawatan tubuh terkait dengan pertumbuhan
cepat industri jasa spa. Proses pengembangan sabun ini melibatkan penambahan minyak
esensial ke dalam formula pembuatan sabun, dengan tujuan memberikan sensasi kesegaran
pada kulit saat digunakan (Sofiani dan Pratiwi, 2017). Salah satu faktor utama yang
mempengaruhi karakteristik sabun adalah bahan yang digunakan dalam proses
pembuatannya. Virgin Coconut Oil (VCO) sering digunakan sebagai bahan utama dalam
pembuatan sabun karena memiliki kandungan asam lemak jenuh sekitar 90% dan asam
lemak tak jenuh sekitar 10%. Kandungan asam lemak jenuh terutama dari asam laurat,
dengan rantai C12 sekitar 53%, memberikan kontribusi pada tekstur dan sifat sabun. Asam
laurat ini dikenal sebagai Medium Chain Fatty Acid (MCFA). Selain VCO, asam stearat
juga digunakan sebagai bahan baku pendamping. Asam stearat berwarna putih kekuningan
dan memiliki titik leleh di sekitar 56°C. Fungsinya utama dalam sabun adalah untuk
memperkuat dan menstabilkan busa saat sabun digunakan.
Dalam industri sabun aromaterapi, penggunaan bahan baku spesifik seperti Virgin
Coconut Oil (VCO) dan asam stearat memberikan karakteristik istimewa pada produk
akhir. VCO sangat dihargai karena memiliki kadar asam lemak jenuh yang tinggi, terutama
asam laurat, yang memberikan sifat unik pada sabun. Asam laurat, yang merupakan
Medium Chain Fatty Acid (MCFA), memiliki rantai molekul sedang sehingga berpengaruh
signifikan pada tekstur sabun (Sofiani dan Pratiwi, 2017).
225