Page 248 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 248
BAB 17
UJI AKTIVITAS ANTI DIABETES SECARA IN VITRO
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) adalah mahasiswa mampu dalam
menerapkan dan pengembangan pengetahuan dibidang kimia dan pendidikan kimia,
sehingga mereka dapat menjadi enterpreneur yang relevan dalam kehidupan
masyarakat sekitarnya (CPMK6). Sedangkan kemampuan akhir pada percobaan ini
mahasiswa mampu mengembangkan eksperimen uji aktivitas antidiabetes secara in
vitro (Sub-CPMK7). Pengalaman belajar diperoleh adalah mahasiswa melakukan
percobaan dengan mengamati, mengembangkan, menganalisis, mengelaborasi,
membuat dan mengirimkan laporan sebagaimana yang dibahas pada di aplikasi yang
telah tersedia.
a. Orientasi
1) Bunga Telang
Diabetes melitus adalah kondisi jangka panjang yang berasal dari pankreas
yang kekurangan dalam memproduksi hormon insulin (hormon yang berfungsi
untuk mengontrol gula darah dan glukosa) dan atau saat insulin tidak dapat terbaca
oleh tubuh. Secara medis pengobatan diabetes melitus dapat dicegah dengan
menggunakan pengobatan modern yang telah berkembang seperti yang kita tahu.
Namun, dikarenakan biayanya yang cukup tinggi dan tidak terjangkau masyarakat
menengah atau bawah, pengobatan ini cukup sulit untuk dilakukan. Dengan
menggunakan tanaman berkhasiat obat, pengobatan diabetes melitus dapat diobati
dengan menggunakan bahan-bahan alami dan terjangkau. Buah ini pun berkhasiat
pada kesehatan dapat dengan mudah dicari, dapat dikonsumsi langsung, atau dapat
dikeringkan. Oleh sebab itu, metode pengobatan basic (tradisional) yang
menggunakan dan memanfaatkan tumbuhan menjadi obat alternatif untuk
mengatasinya (Wijayakusuma, 2004). Pengujian aktivitas antidiabetes banyak
dilakukan untuk menemukan obat untuk mengobati diabetes mellitus. Banyak studi
menggunakan tiga pendekatan utama, yaitu in vitro, in vivo, dan in silico, masing-
masing berfokus pada aktivitas antidiabetes yang diinginkan.
243