Page 303 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 303

2) Pembuatan Indikator Alami Buah Naga
1. 2. 3. Cuci buah naga dengan air mengalir untuk memperoleh ekstrak yang bersih.
Timbang 100 gram buah naga menggunakan neraca analitik.
Tambahkan (1:2) pelarut etanol 96% kedalam gelas kimia. Campuran sampel
dan pelarut kemudian dihancurkan dengan blender.
4. Kemudian dimaserasi selama 24 jam. Menurut Siregar (2009), proses maserasi
tumbuhan bertujuan agar diperoleh ekstrak yang bagus. Hasil tanaman yang
memiliki kandungan zat warna dapat dijadikan sebagai indikator asam basa.
5. Saringlah untuk memisahkan antara residu dan filtrat. Filtrat yang diperoleh yaitu
ekstrak zat warna tanaman yang akan digunakan dalam proses perendaman kertas
yang akan dibuat menjadi kertas indikator.
6. 7. Dipotong kertas dengan ukuran 5 cm x 1 cm.
Kertas yang telah dipotong lalu direndam selama 120 menit ke dalam ekstrak
yang telah dibuat.
8. Keringkan kertas yang telah direndam dengan cara diangin-anginkan agar
didapatkan kertas indikator yang bagus.
3) Pembuatan Indikator Alami Bunga Turi Merah
1. 2. Cuci bersih bunga turi merah lalu keringkan diudara terbuka.
Geruslah 5 gram bunga turi merah hingga halus lalu tambahkan etanol sebanyak
10 mL. Ekstrak yang diperoleh kemudian dipindahkan ke wadah tertutup.
3. Lakukan identifikasi terhadap sifat dari perubahan warna larutan asam-basa.
Larutan uji kemudian di pindahkan pada plat tetes, lalu tambahkan ekstrak sampel
sebanyak 3 tetes, dan amati perubahan warnanya.
298











































































   301   302   303   304   305