Page 39 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 39
Sebelum melakukan maserasi perlu dipersiapkan simplesia dari tumbuhan yang di
inginkan. Simplisia didefinisikan sebagai bahan asal tumbuhan, yang difungsikan sebagai obat,
dalam bentuk aslinya atau telah dikeringkan dan dihaluskan menjadi serbuk. Terlebih dahulu,
sampel harus dikeringkan untuk menjadi simplisa. Ini dapat dilakukan dengan angin atau oven,
dan waktu penyimpanan bahan menjadi lebih lama daripada disimpan dalam keadaan basah atau
segar. Salah satu proses penting dalam pembuatan simplisia adalah dilakukannnya pengeringan
karena akan mempengaruhi kualitas produk, termasuk warna, aroma, rasa, dan senyawa yang
terkandung di dalamnya. Pengeringan simplisia perlu dilaksanakan dengan cermat untuk
mencegah kerusakan seyawa aktif dalam tumbuhan. Metode pengeringan yang paling umum
adalah dengan anginan-anginan atau menggunakan lemari pengering, dan suhu ideal untuk
kualitas simplisia adalah 60⁰C (Manalu & Adinegoro, 2018).
Gambar 9 Proses Maserasi Sumber: Laboratorium PKimia FKIP Unsri
Gambar 10 Rotary vakum evaporator
Saat ini sebagian masyarakat Indonesia tidak hanya mengandalkan obat kimia sintetis
untuk menyembuhkan penyakit, melainkan obat herbal. Obat herbal adalah gabungan
ramuan alami yang berasal dari fitoterapi (tumbuhan), zooterapi (hewan), dan
mineraloterapi (mineral) serta formula klasik yang telah dipergunakan dalam pengobatan
secara turun-temurun berdasarkan pengalaman (Kumontoy, dkk. 2023). umumnya, obat
tradisional dibuat dari tanaman herbal yang memiliki kandungan aktif yang berfungsi
mencegah atau menyembuhkan berbagai jenis penyakit tertentu. Diantaranya jenis
tanaman herbal yang biasa digunakan adalah daun sambiloto, daun sirih, daun beluntas,
daun teh hijau, daun salam, daun nangka, dan daun mindi.
34