Page 41 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 41
senyawa yang memiliki manfaat sebagai pengobatan. Daun sambiloto juga memiliki
kandungan senyawa seperti saponin, flavonoid, alkaloid, dan tanin. Di dalam daun dan
batang sambiloto juga terdapat laktone, panikulin, kalmegin, dan kristal kuning dengan
rasa pahit adalah zat yang terkandung dalam sambiloto (Priyani, 2020). Secara turun-
temurun, sambiloto telah dimanfaatkan untuk mengobati gigitan ular atau serangga,
demam, disentri, rematik, tuberkulosis, infeksi pencernaan, serta berbagai penyakit
lainnya. Dalam sambiloto juga dikenal karena kemampuannya sebagai antimikroba atau
antibakteri, antihyperglikemik, Melawan sesak napas, dan untuk meningkatkan fungsi
hati. Pada sambiloto dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti segar, simplisia,
teh, serbuk, kapsul, infus, dan ekstrak (Priyani, 2020).
Tabel 7. Berikut beberapa komponen yang terdapat dalam Daun Sambiloto
No. Nama dan Struktur Fungsi
1. Andrographolide
Sumber:
https://matriks.staiku.ac.id/index.php/jmt/
article/download/550/225/1214
Andrographolide memiliki
karakteristik sebagai zat anti
peradangan, antioksidan, dan
pengatur imun. Senyawa tersebut
berpotensi untuk
meningkatkan reaksi sistem
kekebalan tubuh terhadap
infeksi.
2. Laktone
Sumber:
https://www.siloamhospitals.com/en/inform
asi- siloam/artikel/apa-itu-laktosa
Manfaat lactone yaitu
mendukung fungsi saraf.
Berperan sebagai sumber energi
utama dan menyimpan energi
cadangan bagi tubuh. Membantu
proses penyerapan kalsium, zinc,
dan tembaga, terutama pada bayi.
Mempertahankan keseimbangan
mikrobiota usus bermanfaat
untuk sistem imun tubuh.
36