Page 43 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 43
2) Daun Sirih
Tanaman sirih (Piper betel) Mempunyai peran yang signifikan dalam berbagai aspek
kehidupan sosial, budaya, dan agama. Di sehari-hari, kombinasi daun sirih dan buah
pinang juga kerap dikonsumsi oleh orang-orang pada masa lampau. Di samping
memberikan kesegaran alami pada mulut, daun sirih juga memiliki sifat tonik ringan. Ini
berarti pemanfaatan daun sirih dapat merangsang aktivitas proses pencernaan setelah
makan (Savitri, 2016).
Gambar 12 : Daun Sirih
Sumber: Laboratorium PKimia FKIP Unsri
Daun sirih memiliki sejumlah manfaat, termasuk sebagai obat sariawan, obat batuk,
astringent, dan anti-infeksi. Kandungan kimianya meliputi senyawa-senyawa seperti
saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri. Saponin bertindak engan mengganggu
membran sitoplasma dan menghancurkan organisme mikroskopis. Pada flavonoid
diyakini bekerja dengan cara merusak protein yang ada di dalam sel bakteri serta
membahayakan membran sel yang tidak bisa diperbaiki lagi (Savitri, 2016).
Pada sirih mengandung nutrisi dan senyawa alami yang melimpah, termasuk serat,
serta nutrien seperti vitamin A, B, dan C, serta banyak mineral seperti kalsium, yodium,
zat besi, dan kalium. Kandungan fenol yang terdapat dalam daun sirih memberi aroma
pedas serta kuat. Intensitas sensasi aroma pedas tersebut menjadi penanda kualitas daun
sirih; Semakin tinggi kepedasannya, semakin tinggi kualitasnya. Piper betle Linn. yang
38