Page 54 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 54

Gambar 15 : Daun Salam
Sumber: Laboratorium PKimia FKIP Unsri
Ekstrak etanol daun salam memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia
coli sedangkan ekstrak metanol daun salam mempunyai aktivitas antibakteri terhadap
mikroorganisme berupa bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Bakteri
Staphylococcus aureus sering ditemukan pada kulit dan menjadi penyebab terjadinya
infeksi pada kulit. Bakteri ini dapat menyebar melalui pembuluh darah sehingga
menyebabkan peradangan pada bagian tubuh yang lain. Sedangkan bakteri Salmonella
typhi adalah bakteri gram negatif yang dapat menyebabkan diare. Bakteri ini dapat
menembus epitel usus dan berkembang biak di lamina propria (Norhaliza dkk., 2022).
Selain itu, senyawa tersebut juga dapat digunakan sebagai antioksidan yang dapat
menangkal radikal bebas berlebihan di dalam tubuh (Rambe dkk., 2022). Radikal bebas
yang berlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan struktur sel, gangguan
fungsi sel, sampai mutasi jika tidak ada antioksidan yang sebanding. Antioksidan
merupakan zat yang dapat menyumbangkan elektron ke radikal bebas. Senyawa fenolik
yang terdapat dalam daun salam memiliki (Rudiana & Indriatmoko, 2021).
Adapun metode yang dapat digunakan untuk memperoleh senyawa metabolit
sekunder yaitu dengan maserasi. Maserasi merupakan teknik pengambilan senyawa
bioaktif dari tumbuhan melalui perendaman menggunakan pelarut yang tepat dan
pengadukan pada suhu ruang. Pelarut yang biasanya dipilih dalam melakukan maserasi
adalah etanol. Hal tersebut dikarenakan etanol dapat melarutkan seluruh senyawa
bioaktif dalam sampel tumbuhan yang bersifat polar, semipolar, maupun nonpolar.
49












































































   52   53   54   55   56