Page 60 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 60

Tanaman mindi ialah salah satu tanaman alami yang daun, buah dan bijinya
mengandung senyawa saponin, flavonoid, dan polifenol (Sani, 2009). Di Cina, daun
mindi dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat antihelminth, sedangkan rebusan
daunnya digunakan untuk mengobati eksim di Afrika atau sebagai obat perut di Amerika.
Beberapa penelitian menyebutkan bahwasanya ekstrak daun mindi mengandung zat aktif
bioinsektida yang secara efektif mampu mematikan berbagai jenis kutu, lebah, dan ulat
yang menganggu tanaman (Sani, 2009). Ekstrak air dari daun mindi juga terbukti efektif
dalam mengurangi jumlah populasi Plutellaa maculipennis dan Crocidolomia binotalis,
yang merupakan dua jenis ulat yang sering menyerang tanaman kol.
Gambar 17. Daun Mindi
Sumber: Laboratorium PKimia FKIP Unsri
Untuk memisahkan senyawa-senyawa aktif pada tanaman tersebut maka diperlukan
metode ekstrak yang disebut dengan ekstraksi. Ekstraksi merupakan teknik penyisihan
bahan yang dilakukan dengan memperhatikan perbedaan kelarutan dalam dua cairan
yang tiak larut satu sama lain seperti pelarut air dan perlarut organik. Ada beberapa cara
ekstraksi yang sering digunakan, salah satunya adalah metode perendaman (maserasi).
Maserasi adalah teknik ekstraksi yang sering digunakan, dimana serbuk herbal dan
pelarut yang tepat dimasukkan ke dalam wadah maserator berupa wadah yang tidak
bereaksi yang rapat tertutup pada suhu ruangan. Selain itu, teknik maserasi dapat
menghindari kerusakan pada senyawa-senyawa dalam tanaman yang mudah terurai oleh
panas (Sukaryawan, 2021).
55













































































   58   59   60   61   62