Page 92 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 92

BAB 6
ISOLASI MINYAK ATSIRI
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang direncanakan adalah mahasiswa
mampu menerapkan dan mengembangkan lebih lanjut kompetensi ilmu kimia dan
pendidikan kimia, untuk menjadi wirausahawan pada kehidupan sehari-hari yang relevan,
untuk kemaslahatan bersama (CPMK6), sedangkan kemampuan akhir pada percobaan ini
mahasiswa mampu mengembangkan eksperimen isolasi minyak atsiri (Sub-CPMK7).
Pengalaman belajar diperoleh adalah mahasiswa melaksanakan praktikum: merencanakan,
mengamati, menganalisis, mengelaborasi, membuat dan mensubmit laporan di aplikasi
yang telah tersedia.
b. Orientasi
Minyak atsiri merupakan minyak yang mudah menguap dan mengandung aroma
atau wangi yang khas. Minyak atsiri adalah metabolit sekunder yang dihasilkan oleh suatu
tanaman (Guenther, 1952). Minyak atsiri merupakan jenis minyak yang dihasilkan dari
ekstrak tumbuhan yang memiliki kandungan minyak atsiri. Minyak atsiri adalah minyak
yang sangat mudah menguap dan mempunyai aroma yang khas (Sastroamidjojo, 2004).
Isolasi minyak atsiri, menurut Triayana (2019), ada beberapa teknik yang sering
diterapkan untuk menghasilkan minyak atsiri yaitu:
1) Penyaringan dengan lemak dingin (enfleurage).
Metode enfleurage menggunakan lemak padat untuk mengekstraksi minyak atsiri dari
bunga. Pelat kaca ditempatkan pada bingkai yang diisi dengan lemak hewan yang sudah
dimurnikan. Seperti pada bunga melati, kelopak bunga ditekan ke lempengan lemak
untuk mengeluarkan minyak atsirinya. Proses ini diulang hingga lempengan lemak jenuh
dengan minyak atsiri. Setelah itu, minyak atsiri diekstraksi dari lemak tersebut dengan
menggunakan alkohol. Karena membutuhkan banyak tenaga dan menghasilkan minyak
dalam jumlah yang sedikit, metode ini kini jarang digunakan.
87








































































   90   91   92   93   94