Page 94 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 94

tanaman dan air dipanaskan. Karena uap air tidak dapat menembus beberapa bahan
tanaman saat disuling dengan uap yang disuntikkan, metode ini diperlukan untuk
penyulingan tanaman tertentu, seperti daun mawar. Perbedaan titik didih antara air
dan minyak atsiri memungkinkan proses penyulingan berjalan dengan efektif. Dalam
metode ini, bahan tanaman direndam dalam air yang dipanaskan hingga mendidih.
Uap yang terbentuk kemudian dialirkan ke kondensor dan mengembun menjadi
cairan.
b) Penyulingan Uap Air (Water and Steam Distillation)
Metode ini menggunakan alat yang dilengkapi dengan dinding berlubang di bagian
atasnya, tempat bahan tanaman yang akan disuling diletakkan. Alat ini dipanaskan
hingga air mendidih, sehingga uap air keluar melalui lubang-lubang dan melewati
bahan tanaman yang disuling. Selama proses ini, minyak atsiri terbawa oleh uap
air, yang kemudian menguap bersama saat mencapai kondensor. Karena air dan
minyak atsiri tidak dapat bercampur, keduanya akan terpisah menjadi dua lapisan,
yang kemudian dapat dipisahkan lebih lanjut. Metode ini memiliki beberapa sifat,
antara lain:
i) Bahan tanaman hanya berinteraksi dengan uap air dalam proses ekstraksi,
risiko terjadinya reaksi hidrolisis yang dapat merusak komponen minyak atsiri
menjadi sangat rendah. Hal ini disebabkan air dalam bentuk cair
ii) Uap air yang digunakan selalu jenuh, basah, dan tidak terlalu panas. Kondisi
ini dikenal dengan istilah "overheating."
iii) Penyulingan uap, yang juga dikenal sebagai penyulingan dengan uap
langsung, adalah metode penyulingan yang serupa dengan penyulingan air
dan uap, tetapi tidak ada air di bagian bawah bejana. Uap air, yang biasanya
berupa uap yang tidak jenuh, dimasukkan ke dalam dandang dengan tekanan
setelah diproduksi di tempat yang terpisah .
89








































































   92   93   94   95   96