Page 95 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 95

1) Minyak Atsiri Bunga Kenanga
Kenanga adalah tanaman yang memiliki istilah ilmiah (Cananga odorata)
adalah salah satu jenis tanaman penghasil minyak atsiri. Minyak yang diekstrak dari bunga
kenanga ini memiliki sejumlah manfaat yang bervariasi, seperti untuk pengobatan penyakit
kulit, mengatasi asma, sebagai pengusir nyamuk, memiliki sifat antimikroba, dan berperan
sebagai antioksidan. Berbagai senyawa yang terdapat dalam bunga kenanga meliputi saponin,
flavonoid, serta senyawa-senyawa dalam minyak atsiri yang mengandung beberapa senyawa
farnesol, kariofilen, terpineol, linalool, polifenol, germakren-D, dan benzil benzoat (Yuminah,
2020). Senyawa kariofilin sering digunakan sebagai penanda untuk menguji mutu minyak
kenanga. Minyak kenanga berfungsi sebagai agen antibakteri karena mengandung gugus
hidroksil (-OH) dan karbonil. Minyak kenanga juga memiliki potensi sebagai antioksidan
karena mengandung benzil benzoat, yang memiliki sifat anti-radikal (Anggia, 2014).
Gambar 30. Tanaman Bunga Kenanga
Sumber: Laboratorium PKimia FKIP Unsri
Minyak atsiri dari tanaman bunga kenanga sering dimanfaatkan sebagai pereda
rasa sakit dan untuk efek kejang pada wanita saat menstruasi. Minyak esensial yang
diekstrak dari bunga kenanga sering digunakan untuk mengurangi tanda-tanda
penuaan, mendorong regenerasi sel, mengatasi masalah kulit seperti jerawat, kulit
kasar, dan kelebihan minyak. Selain itu, minyak kenanga juga diyakini dapat
membantu mengatasi masalah pertumbuhan rambut. Penggunaan minyak kenanga
juga diyakini dapat meredakan demam, termasuk demam malaria, serta membantu
mengurangi gejala bronkitis dan asma (Amelia, 2020).
90












































































   93   94   95   96   97