Page 43 - Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran Kimia
P. 43

 Enzim adalah protein yang bertindak sebagai biokatalisator dalam reaksi kimia dalam sistem metabolisme. Pada bagian buah, daun, dan batang pepaya terdapat getah putih yang mengandung enzim proteolitik atau enzim pemecah protein yang disebut enzim papain. Enzim papain merupakan enzim proteolitik yang di ekstrak dari buah pepaya. enzim papain di dalam getah papaya juga mengandung lebih dari 50 asam amino yaitu ada valine, isoleusin, leusin, tirosin, fenilalanin, histidin, lysin, asamaspartat, treonin, serin, asam glutamat, prolin, glisin, alanin, arginin, tritophan, dan sistein (Permata, dkk., 2016). Enzim papain berbentuk serbuk higroskopis berwarna putih keabu-abuan yang bisa larut di sebagian air dan gliserol namun tidak dapat larut dalam pelarut organik biasa.
Enzim papain berfungsi memecah protein pada makanan menjadi molekul yang lebih sederhana dengan cara menghidrolosis ikatan peptida oligopeptida pendek atau asam amino sehingga akan lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh sehingga bisa memperlancar metabolisme dalam tubuh (Anggraini, dkk., 2015).
Beberapa senyawa yang terkandung didalam buah papaya diantaranya ialah enzim papain, alkaloid, saponin, flavonoid, karpain, dan tanin. Enzim papain dapat berperan sebagai anti inflamasi. Senyawa Alkaloid memiliki kemampuan sebagai anti bakteri. Senyawa saponin bersifat sebagai antiseptik pada luka permukaan, bekerja sebagai bakteri ostatik yang biasanya digunakan untuk infeksi pada kulit, mukosa dan melawan infeksi pada luka. Senyawa flavonoid dapat berfungsi sebagai anti inflamasi, antibakteri, analgesik, anti oksidan. Kandungan karpain pada daun pepaya juga dapat mencegah berkembangnya bakteri di kulit. Senyawa tanin merupakan senyawa aktif metabolit sekunder yang diketahui mempunyai beberapa khasiat yaitu sebagai astringen, anti diare, anti bakteri dan antioksidan.
 38































































































   41   42   43   44   45