Page 54 - Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran Kimia
P. 54
2. Langkah selanjutnya melakukan validasi dengan menyerahkan media bahan ajar yang telah dirancang kepada masing-masing ahli untuk kemudian para ahli akan memberikan masukan berupa komentar dan saran yang akan menjadi acuan bagi pengembang untuk melakukan revisi produk.
3. Setelah dilakukan revisi berdasarkan hasil validasi oleh para ahli maka akan di uji cobakan pada tahap development testing.
Development Testing (Uji Coba Produk)
Pada tahap ini, hasil dari prototype 1 yang di validasi oleh para ahli kemudian diuji cobakan untuk mengetahui kepraktisan produk. Langkah development testing dilakukan dengan duatahapyaitu:
a) Development Testing 1 (Uji Coba Produk 1)
Perangkat media pembelajaran prototype 1 kemudian diuji cobakan untuk mengetahui kekurangan dari draft buku ajar kimia Kelas X, serta mengetahui kepraktisan. Kemudian komentar dan saran yang diperoleh dari pengisian angket uji kepraktisan digunakan untuk memperbaiki draft buku ajar.
b) Development Testing 2 (Uji Coba Produk 2)
Pada tahap ini hasil dari prototype 2 akan di uji cobakan dengan tujuan untuk mendapatkan produk buku ajar kimia berbasis PjBl yang praktis. komentar dan saran yang diperoleh pengisian angket bertujuan untuk memperbaiki buku ajar kimia pangan berbasis PjBl.
c) Field Test (Uji Lapangan)
Tahap ini untuk mengetahui keefektifan dari buku ajar. Langkah–langkah pada tahap ini yaitu mempersiapkan bahan ajar, soal pretest, dan soal posttest terkait materi kimia pada bahan ajar berbasis PjBl. Kemudian melakukan uji lapangan, dengan memberikan soal pretest di awal pertemuan dan soal posttest di akhir pertemuan. Data yang diperoleh kemudian dihitung skornya dengan rumus N-Gain untuk memperoleh hasil dari keefektifan buku ajar yang telah dikembangkan.
49