Page 57 - Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran Kimia
P. 57

 Analisis Kepraktisan
Uji coba dilakukan untuk mengetahui tingkat kepraktisan prototipe. Dalam uji coba, peneliti melakukan proses pembelajaran pada sekelompok kecil siswa yang tidak terlibat dalam uji lapangan. Rumus untuk menghitung nilai praktis adalah sebagai berikut.
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑘𝑒𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑠𝑎𝑛 = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎h 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒h𝑎𝑛 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑝𝑎𝑛 𝑟𝑒𝑠𝑝𝑜𝑛𝑑𝑒𝑛 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎h 𝑖𝑡𝑒𝑚
Total skor jawaban responden dihitung dengan menggunakan skala Likert yang dirata- ratakan dengan jumlah total item (Widoyoko, 2013). Interpretasi nilai kepraktisan sebagai berikut. Adapun Interpretasi Nilai Kepraktisan adalah sebagai berikut.
   Skor 4.10 – 5.00 3.10 – 4.00 2.10 – 3.00 1.00 – 2.00
Interpretasi Sangat Praktis Praktis Kurang Praktis Tidak Praktis
   Uji Lapangan
Selanjutnya bahan ajar hasil uji coba kelompok kecil, diujicobakan kepada siswa di kelas. Sebelum melakukan kegiatan pembelajaran, seluruh siswa terlebih dahulu diberikan pre-test untuk melihat kemampuan awal siswa. Selanjutnya siswa melakukan proses kegiatan pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar. Setelah melakukan proses pembelajaran siswa diberikan post-test untuk melihat pemahaman dan peningkatan kemampuan siswa. Hasil nilai pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur N-Gain secara kuantitatif sehingga dapat diketahui keefektifan dari penggunaan bahan ajar. Analisis data hasil tes dilakukan dengan menggunakan nilai Gain (Hake, 1999).
<𝑔>=<%𝑆𝑓> −<%𝑆𝑖> (100− < %𝑆𝑖 >)
 Ket: g
Sf = nilai akhir (ujian pasca)
= rerata nilai gain ternormalisasi Si = nilai awal (ujian pra)
100 = nilai maksimum
 52





















































































   55   56   57   58   59