Page 4 - E-BOOK KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG
P. 4

S A M I S A N O V


               Selain romusha, Jepang juga membentuk Jugun Ianfu. Jugun Ianfu adalah tenaga
               kerja  perempuan  yang  direkrut  dari  berbagai  Negara  Asia  seperti  Indonesia,
               Cina,  dan  korea. Perempuan-perempuan  ini  dijadikan  perempuan  penghibur  bagi
               tentara Jepang. Sekitar 200.000 perempuan Asia dipaksa menjadi Jugun Ianfu.

               ASPEK BUDAYA


               Pemerintahan Jepang pernah mencoba menerapkan kebudayaan memberi hormat ke
               arah matahari terbit kepada rakyat Indonesia lho! Dalam masyarakat Jepang, kaisar
               memiliki  tempat  tertinggi,  karena  diyakini  sebagai  keturunan  Dewa  Matahari. Nah,
               Jepang berusaha menerapkan nilai-nilai kebudayaannya kepada bangsa Indonesia.
               Tetapi  langsung  mendapat  pertentangan  dan  perlawanan  dari  masyarakat  di
               Indonesia. Bangsa kita ini hanya menyembah Sang Pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha
               Esa  mana  mungkin  setuju  memberi  hormat  dengan  membungkukkan  punggung
               dalam-dalam (seikerei) ke arah matahari terbit.


               Dahulu, para seniman dan media pers kita tidak sebebas sekarang. Pemerintahan
               Jepang  mendirikan  pusat  kebudayaan  yang  diberi  nama Keimin  Bunkei  Shidoso.
               Lembaga ini yang kemudian digunakan Jepang untuk mengawasi dan mengarahkan
               kegiatan  para  seniman  agar  karya-karyanya  tidak  menyimpang  dari  kepentingan
               Jepang. Bahkan media pers pun berada di bawah pengawasan pemerintahan Jepang.

               ASPEK PENDIDIKAN


               Sistem pendidikan Indonesia pada masa pendudukan Jepang berbeda dengan masa
               pemerintahan  kolonial  Hindia-Belanda.  Pada  masa  pendudukan  Jepang,  semua
               kalangan  dapat  mengakses  pendidikan,  sedangkan  masa  Hindia-Belanda,  hanya
               kalangan  atas  (bangsawan)  saja  yang  dapat  mengakses.  Akan  tetapi,  sistem
               pendidikan yang dibangun oleh Jepang itu memfokuskan pada kebutuhan perang.
               Meskipun  akhirnya  pendidikan  dapat  diakses  oleh  semua  kalangan,  tetapi  secara
               jumlah sekolahnya menurun sangat drastis, dari semulanya 21.500 menjadi 13.500.

               ASPEK EKONOMI


               Sewaktu  Indonesia  masih  di  bawah  penjajahan  Jepang,  sistem  ekonomi  yang
               diterapkan  adalah  sistem  ekonomi  perang. Saat  itu  Jepang  merasa  penting  untuk
               menguasai sumber-sumber bahan mentah dari berbagai wilayah Indonesia. Tujuan
               Jepang  melakukan  itu,  untuk  menghadapi  Perang  Asia  Timur  Raya,  Squad. Nah,
               wilayah-wilayah ekonomi yang sanggup memenuhi kebutuhannya sendiri atau yang
               diberi nama Lingkungan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya, merupakan wilayah
               yang masuk ke dalam struktur ekonomi yang direncanakan oleh Jepang.

               Kalau di bidang moneter, pemerintah Jepang berusaha untuk mempertahankan nilai
               gulden  Belanda.  Hal itu  dilakukan  agar  harga  barang-barang  dapat  dipertahankan
               sebelum perang.




                PAGE 4 SMAN 3 MOJOKERTO
   1   2   3   4   5   6   7