Page 4 - EBOOK INDAHNYA SHOLAT TARAWIH
P. 4
SAMISANOV SANOV
E
E-BOOK INDAHNYA SHOLAT TARAWIH -BOOK INDAHNYA SHOLAT TARAWIH SAMI
A. SEJARAH SHOLAT TARAWIH
Sejarah salat tarawih pada zaman Nabi Muhammad ini diceritakan oleh Siti Aisyah
RA yang mengisahkan peristiwa yang terjadi pada 10 malam terakhir pada sebuah
Ramadhan.
Saat itu Rasulullah melakukan shalat tarawih bersama beberapa orang. Pada malam
selanjutnya sebagian sahabat yang tidak ikut pada malam sebelumnya hadir
sehingga shalat tarawih Rasulullah di masjid diikuti oleh banyak jemaah dibanding
pada malam sebelumnya.
Lalu malam ketiga, masjid penuh sesak dengan jemaah yang menanti Rasulullah.
Tetapi Nabi Muhammad SAW tidak keluar rumah.
Rasulullah mengabarkan bahwa beliau mengetahui keinginan para sahabat untuk
shalat tarawih bersamanya. Tetapi ia khawatir Allah menurunkan wahyu yang berisi
perintah shalat tarawih sehingga shalat sunnah malam Ramadan itu hukumnya
menjadi wajib.
Sikap diam diri di rumah menunjukkan rahmat, kasih sayang, dan perhatian
Rasulullah SAW kepada umatnya sebagaimana Surat At-Taubah ayat 128. (Abdul
Muhsin Abbad, Syarah Abu Dawud).
“Sungguh, seorang rasul dari kaummu sendiri telah datang kepadamu, (seorang rasul
yang) merasa keberatan atas kesulitanmu, yang sangat menginginkan (keimanan)
bagimu, yang sangat berbelas kasih dan penyayang terhadap orang-orang beriman,”
(Surat At-Taubah ayat 128).
Sebagian riwayat menyebutkan para sahabat yang tidak sabar sampai melempari
pintu rumah Rasulullah SAW dengan kerikil kecil. Hal itu membuat Rasulullah
terpaksa keluar untuk mengabarkan kekhawatirannya akan turunnya wahyu yang
mewajibkan shalat tarawih.
Adapun redaksi hadits riwayat Siti Aisyah RA dapat dibaca sebagai berikut:
“Dari Aisyah RA, istri Rasulullah SAW, Rasulullah SAW melakukan shalat (tarawih) di
masjid pada suatu malam. Orang-orang bermakmum kepadanya. Malam berikutnya,
CREATED MOCH. FATKHULLOH, S.Pd.I 4

