Page 5 - EBOOK INDAHNYA SHOLAT TARAWIH
P. 5

Rasulullah SAW kembali shalat tarawih dan jamaahnya semakin banyak. Pada malam
                       ketiga atau keempat, jamaah telah berkumpul, tetapi Rasulullah SAW tidak keluar
                       rumah.  Ketika  pagi Rasulullah  mengatakan,  ‘Aku  melihat  apa  yang  kalian  perbuat.
                       Aku pun tidak ada uzur yang menghalangiku untuk keluar menemui kalian, tetapi aku
                       khawatir  ia  (shalat  tarawih)  diwajibkan,’”  (HR  Bukhari,  Muslim,  Abu  Dawud,  An-

                       Nasa’i, Malik dan Ahmad).

                       sejak  peritiwa  itu  Ramadan  berlalu  dengan  sepi  tanpa  ada  aktivitas  salat  tarawih
                       berjamaah di masjid.

                       Para sahabat melakukan shalat tarawih di rumah dan di masjid secara sendiri-sendiri.

                       Hal ini berlangsung hingga Rasulullah wafat.

                       Lalu pada malam Ramadan di era pemerintahan Sayyidina Abu Bakar RA masjid juga
                       masih sepi dari shalat tarawih berjemaah.

                       Situasi  baru berubah di  masa  pemerintahan  Amirul  Mukminin Sayyidina  Umar bin
                       Khattab. Ia mengumpulkan masyarakat untuk menghidupi malam Ramadan dengan

                       shalat tarawih berjemaah di masjid.



















                       Hal  ini  dilakukan  karena  Rasulullah  SAW  telah  wafat  sehingga  tidak  ada  lagi
                       kekhawatiran turunnya wahyu yang mewajibkan shalat tarawih.


                   B.  MAKNA SHOLAT TARAWIH
                       1.  SECARA BAHASA
                          Secara     bahasa    tarawih     diambil     dari    bahasa     arab.     Tarwih
                          dalam   bahasa  indonesia  artinya adalah istirahat.

                       2.  SECARA ISTILAH
                          adalah shalat yang dilaksanakan pada malam bulan ramadhan, mulai dari setelah
                          waktu shalat isya hingga sebelum fajar yang dilakukan sebanyak 8/20 raka'at.
                          Berdasarkan hadist Nabi yang artinya:
                          “Dari ‘Aisyah r.a. istri Nabi saw (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah SAW

                          selalu mengerjakan shalat (malam) pada waktu antara selesai shalat ‘Isya, yang
                          disebut orang “‘atamah” hingga fajar, sebanyak sebelas rakaat.” *HR. Muslim+


     E
     E-BOOK INDAHNYA SHOLAT TARAWIH -BOOK INDAHNYA SHOLAT TARAWIH
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10