Page 29 - decode Magz Vol:3
P. 29

          “
Moro Yuk!”
W
sederhana untuk dikonsumsi masyarakat sebagai pelanggannya. Salah satu media yang membentuk jaringan sosial dapat ditemukan di berbagai ruang publik, yaitu warung kopi. Dimana warung kopi menjadi tempat untuk berkumpul dan berdiskusi bagi masyarakat dari berbagai latar belakang, sosial budaya, termasuk para mahasiswa.
Bagi Mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) sendiri, alasan memi-
lih warung kopi sebagai tempat untuk nongkrong dan berdiskusi adalah karena warung kopi cenderung tidak memiliki aturan-aturan yang kuat dan bersifat dinamis dibandingkan ruang publik, seperti rumah makan dan kafe. Salah satu warung kopi yang sering dikunjungi khususnya oleh Ma- hasiswa UAI adalah Warung Kopi Moro, mi- lik Khusnul Maulana. Beliau saat ini berumur 35 tahun dan sudah menjalani usaha warung kopi selama kurang lebih 13 tahun.
Mayoritas pembeli yang sering berkun- jung ke Warung Kopi Moro adalah maha- siswa, tetapi ada juga pekerja kantoran di sekitar kampus yang berkunjung untuk seke- dar membeli minuman dan berbincang-bin- cang. Untuk menu yang dijual cukup berva- riasi, seperti minuman-minuman kemasan kecil mulai dari kopi, minuman manis, susu, dll. Ada juga cemilan seperti roti bungkus, biskuit, hingga rokok. Menu favorit yang paling banyak dipesan oleh para pengunjung adalah kopi dan minuman kemasan.
arung kopi adalah tempat Kisaran harga untuk minuman-minu-
disediakannya minuman kopi
man yang dijual oleh Khusnul juga terbilang cukup murah, yakni hanya Rp5000. Harga ini terbilang sangat terjangkau dan cocok untuk kantong mahasiswa. Dikarenakan harganya yang murah, banyak kalangan mahasiswa yang tertarik untuk berkunjung ke Warung Kopi Moro sehingga penjualan pun meningkat. Dalam sehari, Khusnul dapat mencapai penjualan 50 bungkus lebih minuman. Omzet harian yang diperoleh pun cukup banyak, yakni sekitar 250 – 300 ribuan. Di warung kopi ini juga disediakan pembayaran secara non-tunai melalui QRIS
Namun, selama masa pandemi COVID-19, Khusnul mengatakan sempat mengalami penurunan omzet yang sa-
ngat drastis bahkan sampai tidak berjualan selama tiga bulan. Hal ini dikarenakan tidak adanya aktivitas kampus yang disebabkan oleh pembelajaran jarak jauh sehingga tidak banyak mahasiswa yang pergi ke kampus dan mengakibatkan, terjadinya penurunan pengunjung di Warung Kopi Moro. Tidak ada cara yang dapat dilakukan oleh Khusnul untuk mengatasinya, selain menunggu waktu untuk bisa berjualan kembali.
Meskipun begitu, Khusnul masih terbantu dari biaya sewa tempatnya yang lumayan terjangkau sehingga beliau masih bisa mendapat keuntungan yang cukup dari omzet yang diperoleh. Selain itu, mahasiswa sudah banyak yang kembali melakukan pembelajaran tatap muka sehingga penjual- an Khusnul perlahan-lahan mulai membaik seperti pada saat keadaan normal.
atau sejenisnya yang sifatnya
 DE CULTURE
DE HANGOUT
DE RELIGION
EDISI 3 - April / 2023 29
 Reporter: Safna Mutiara Syahfitri | Editor: Nadila Natasya | Foto: Davina Raffalia
DE JOURNEY
 














































































   27   28   29   30   31