Page 31 - decode Magz Vol:3
P. 31

       DE PROFILE
 Faza Fairuza Azahra
Faza Fairuza Azahra lahir di Jakar-
ta pada 28 Agustus 1992. Faza memiliki nama panggilan atau nama
populer yaitu Fay Faza. Ketika ditanya alasannya mengapa berbeda dengan nama asli, jawabannya adalah “Tahun 2009 aku audisi penyiar radio kebetulan ada juga yang namanya Faza, tapi cowok. Nah, bos aku bilang harus ganti nama biar gak sama.” Fay merupakan alumni UAI Jurusan Psikologi. Kegiatan yang sekarang dijalani oleh Fay yaitu fokus ter- hadap keluarga terutama kedua anaknya yang berusia cukup dini. Tak hanya itu, Fay merupakan seorang Content Creator dan memiliki bisnis rumahan bersama suami.
Alumni UAI
Kegiatan yang diikuti selama
berkuliah di UAI yaitu pernah menjabat
sebagai wakil ketua angkatan di tingkat
Fakultas. Namun, untuk tingkat program
studi tidak mengikuti organisasinya
Fay adalah “Ya”. Akan tetapi, waktu dan kondisi saat Fay ingin melanjut- kan S2-nya tidak memungkinkan. Akhirnya, tidak sampai disitu saja perjalanan Fay. Ia melanjutkan studi Sekolah Diploma Montessori di MMA Kuningan, Jakarta Selatan ketika anak pertamanya berusia 3 tahun. Hasil dari pendidikan terse- but ialah membuat sebuah Top Up Activity untuk anak-anak yang ber- tempat tinggal di sekitaran rumahn- ya bersama teman kuliahnya.
Penyiar Radio
Pintu gerbang menuju penyiar radio telah dibuka ketika Fay lulus dari SMA yaitu tahun 2009, bertepa- tan dengan Fay harus melanjutkan studi nya ke jenjang universitas. Setelah melakukan pendaftaran dan proses seleksi berkas, Fay dipang-
gil untuk wawancara dan akhirnya lolos menjadi finalis 15 besar. Lanjut diadakannya grand event yang mana di sini terdapat orang-orang hebat dan terkenal dibidangnya dan Fay pun lolos ke 5 besar. Setelah lolos, mulailah dilakukan training selama 1 tahun dimana dalam proses training tersebut juga bertepatan dengan mulainya ospek di kampus. Selama training tersebut, Fay mendapat ban- yak pengalaman terutama mengenai pembelajaran Ilmu Komunikasi.
Tahun 2010, Fay memulai siaran pertamanya dengan tetap didampingi dan dilatih oleh orang yang profesional di bidangnya agar memiliki suara yang enak didengar dan bulat. Siaran pertama ini sampai tahun 2013 di radio 101.4 Trax FM. Lalu, tahun 2013-2016 siaran di ra- dio Mustang 88 FM. Fay sempat cuti beberapa bulan pada tahun 2013 karena menikah dan melanjutkan kembali karirnya sebagai penyiar radio sampai 2021 di Radio perem- puan.
Sebenarnya menjadi penyiar radio bukanlah cita-citanya. Namun, hal ini mengalir saja dengan pengala- man-pengalaman yang ada seperti ketika ditunjuk menjadi MC dan moderator di beberapa acara yang mengharuskan berani dalam public speaking.
Tantangan selama menjadi
penyiar radio yang dirasakan Fay tentunya dengan adanya karantina yang cukup panjang, harus berha- ti-hati ketika berbicara dalam siaran, harus mengetahui semua topik yang akan dibahas dalam siaran, harus bisa menjadi reporter, siap mengha- biskan waktu libur.
Bermulai pada tahun 2020 yang mana Fay mendokumentasikan hasil masakan rumahannya untuk bekal suami maupun makanan anak dalam berbentuk video yang sudah diedit olehnya.
Tak disangka hal itu menjadi sorotan positif dan viral di media sosial sehingga pengikut Insta- gram maupun Tiktoknya menjadi puluhan ribu.
Adanya kondisi tersebut memotivasi Fay untuk terus berb- agi hasil masakannya terutama untuk ibu rumah tangga yang sama dengan dirinya kadang mengalami kebingungan akan masak menu apa untuk hari ini, esok maupun lusa.
Menjadi Content Creator ternyata Fay melakukan semuanya serba sendiri. Mulai dari belajar se- cara otodidak dari kanal YouTube, ambil video sendiri, dan edit video pun sendiri. Fay hanya mempunyai manajer yang merupakan teman saat berkuliah di UAI. Penghasilan yang didapat Fay dari menjadi Content Creator lambat laun se- makin besar dan Fay mengatakan, “Step by step lumayan dan lama-la- ma makin besar bisa dalam 1 kali konten hasilnya bisa dihitung 1 tahun siaran radio.”
Menjadi Content Creator
Harapan Fay bagi gener-
asi muda terutama mahasiswa mengenai passion merupakan sesuatu yang bisa dicoba dan un- tuk menemukannya harus dicoba keluar dari zona nyaman. Namun, setelah itu kita harus konsiten untuk menyelesaikannya. Ketika itu semua dijalani dengan bahagia, nyaman, berarti itu adalah passion kita. Fay juga mengatakan bahwa jangan pernah sia-siakan waktu dengan tidak mencoba banyak hal positif.
dikarenakan saat proses seleksi bersa-
LAPORAN
maan dengan adanya pekerjaan. Selain
itu, Fay sering ditunjuk untuk berpartisi- pasi sebaKgaHi MUCSmUaSupun moderator.
Ia pun turut mengikuti kegiatan di luar UAI seperti menjalani pekerjaan di
ont
2.0-Regulasralah satu badan PBB yang mewadahi
mengenai kesejahteraan anak dan pe- rempuan serta menjadi penyiar radio. Pada tahun 2012, Fay lolos seleksi men- jadi perwakilan untuk study exchange berbentuk short course ke Jepang.
Pengalaman yang dimiliki Fay memudahkannya untuk dapat diundang maupun mengikuti acara-acara kenega- raan karena banyaknya koneksi dan relasi yang didapat ketika berkuliah di UAI. Tidak lama setelah lulus, Fay langsung menikah.
Terkait gelar sarjana psikologinya, jawaban Fay mengenai apakah ingin menjadi psikolog, selama ini jawaban
Lulusan Psikologi, Kerja di Bidang Komunikasi
   EDISI 3 - April / 2023 31
 Reporter: Novi Nurlela | Editor: Najmahira Fansa Izdihar | Foto: Fay Faza
 



























































   29   30   31   32   33