Page 37 - TEKNOLOGI MATERIAL DAN MEKANIK
P. 37
1.2. Elastisitas Bahan
(elasticity)– Elastisitas adalah sifat benda yang cenderung mengembalikan keadaan ke
bentuk semula setelah mengalami perubahan bentuk karena pengaruh gaya (tekanan atau
tarikan) dari luar. Benda-benda yang memiliki elastisitas atau bersifat elastis, seperti karet
gelang, pegas, dan pelat logam disebut benda elastis (Gambar 1.4),. Adapun benda-benda
yang tidak memiliki elastisitas (tidak kembali ke bentuk awalnya) disebut benda plastis.
Contoh benda plastis adalah tanah liat dan plastisin (lilin mainan).
Gambar 4.4.
Gambar sifat elastis pada pegas
Ketika diberi gaya, suatu benda akan mengalami deformasi, yaitu perubahan ukuran atau
bentuk. Karena mendapat gaya, molekul-molekul benda akan bereaksi dan memberikan gaya
untuk menghambat deformasi. Gaya yang diberikan kepada benda dinamakan gaya luar,
sedangkan gaya reaksi oleh molekul-molekul dinamakan gaya dalam. Ketika gaya luar
dihilangkan, gaya dalam cenderung untuk mengembalikan bentuk dan ukuran benda ke
keadaan semula.
Apabila sebuah gaya F diberikan pada sebuah pegas (Gambar 4.4), panjang pegas akan
berubah. Jika gaya terus diperbesar, maka hubungan antara perpanjangan pegas dengan
gaya yang diberikan dapat digambarkan dengan grafik seperti pada Gambar 4.5.
Gambar 4.5
Batas elastis pada pegas
Berdasarkan grafik tersebut, garis lurus OA menunjukkan besarnya gaya F yang sebanding
dengan pertambahan panjang x. Pada bagian ini pegas dikatakan meregang secara linier.
Jika F diperbesar lagi sehingga melampaui titik A, garis tidak lurus lagi. Hal ini dikatakan batas
linieritasnya sudah terlampaui, tetapi pegas masih bisa kembali ke bentuk semula.
27