Page 10 - MODUL SUHU & KALOR_ELSIE_Neat
P. 10
dengan tepat karena jangkauan perasa seseorang terbatas, maksudnya orang yang
berbeda akan mengatakan hal yang berbeda. Oleh karena itu, manusia
menciptakan alat pengukur suhu yang tepat dan dapat dilihat dari angka yang
ditunjukkan.
Alat yang digunakan untuk mengukur suhu disebut termometer.
Termometer bekerja dengan memanfaatkan perubahan sifat termometrik suatu
benda ketika mengalami perubahan suhu. Ketika suatu benda atau zat dipanaskan
atau didinginkan hingga mencapai suhu tertentu, maka beberapa sifat-sifat fisis
benda tersebut akan mengalami perubahan. Sifat fisika yang mengalami
perubahan karena suhu benda berubah dinamakan sifat termometrik
(thermometric property). Beberapa contoh sifat termometrik benda diantaranya
volume seperti pemuaian (zat padat, cair dan gas), tekanan, gaya gerak listrik,
hambatan listrik dan intensitas cahaya. Akan tetapi, tidak semua sifat termometrik
benda dapat dimanfaatkan dalam pembuatan termometer. Sifat termometrik yang
digunakan dalam pembuatan termometer harus merupakan sifat termometrik yang
teratur. Artinya perubahan sifat termometrik terhadap perubahan suhu harus
bersifat tetap atau linear sehingga dapat lebih mudah digunakan untuk mengukur
suhu secara teliti.
(Representasi Verbal)
Pada umumnya termometer berupa tabung kaca dengan ruang di
tengahnya yang berisi zat air yaitu raksa atau alkohol yang diberi warna merah.
Pada suhu yang lebih tinggi, raksa dalam tabung memuai sehingga menunjuk
angka yang lebih tinggi pada skala. Sebaliknya, pada suhu yang lebih rendah
raksa dalam tabung menyusut sehingga menunjuk angka yang lebih renda pada
skala. Terdapat empat skala yang digunakan dalam pengukuran suhu, yaitu
o
o
o
Celcius ( C), Reamur ( R), Fahrenheit ( F), dan Kelvin (K).
Termometer dibedakan ke berbagai jenis, namun yang sering kita jumpai
dalam sehari-hari ialah termometer cairan dan termometer digital sederhana. Ada
3

