Page 21 - MODUL SUHU & KALOR_ELSIE_Neat
P. 21
c) Pemuaian Volume
(Representasi Visual)
Gambar 1.8 Skema pemuaian volume pada kubus
Seperti halnya pemuaian luas, sebuah benda berbentuk kubus padat yang
memiliki volume awal dengan suhu awal , koefisien muai volume ,
0
0
maka ketika dipanaskan volumenya berubah menjadi dengan suhu
sebesar didapatkan persamaan :
(Representasi Matematis)
= × × ; dengan = (1 + ∆ )
0
= (1 + ∆ ) × (1 + ∆ ) × (1 + ∆ ) ;
0
0
0
dengan = × ×
0
0
0
0
2
2
3
3
= (1 + 3 ∆ + 3 ∆ + ∆ )
0
2
−6
Karena koefisien muai panjang ≈ 0 (berorde 10 /℃) sehingga
3
3
∆ dapat diabaikan, sehingga diperoleh persamaan :
= + 3 ∆ ) … (1.6)
0
dengan mendefinisikan 3 = , dimana menyatakan koefisien muai
volume, maka diperoleh persamaan pemuaian volume :
= (1 + ∆ ) … (1.7)
0
Keterangan : Sehingga : = ∆
0 ∆
3
= volume benda setelah dipanaskan ( )
3
= volume benda mula-mula ( )
0
14

