Page 65 - MODUL SUHU & KALOR_ELSIE_Neat
P. 65
Salah satu contoh penggunaan prinsip konveksi paksa ialah pada
mesin mobil, mesin kapal laut dan kipas angin. Gambar 3.4 menunjukkan
peristiwa konveksi paksa yang terjadi pada sistem pendingin mesin mobil.
Pada sistem pendingin mobil, air diedarkan melalui pipa-pipa dengan
bantuan pompa air. Kalor yang diterima oleh mesin mobil melalui hasil
pembakaran mencapai suhu sangat tinggi sehingga memungkinkan
terjadinya pemuaian pada mesin mobil. Akibatnya, sistem pada mesin
berputar dan terjadinya perpindahan panas dari sirkulasi air menuju
radiator. Udara dingin dari luar mesin ditarik oleh sebuah kipas untuk
mendinginkan air pada radiator sehingga air yang dingin kembali mengalir
dan bersentuhan dengan blok-blok pada mesin untuk mengulang sirkulasi
berikutnya. Dengan demikian, air berputar karena konveksi.
Apabila suatu benda atau zat bersuhu tinggi memindahakan kalor ke
fluida disekitarnya secara konveksi, maka laju aliran kalornya sebanding
dengan luas permukaan benda yang bersentuhan dengan fluida dan
sebanding dengan perbedaan suhu antara benda atau zat dan fluida.
(Representasi Matematis)
Laju perpindahan kalor secara konveksi dapat dihitung dengan
persamaan berikut :
∆ = = ℎ ∆ … 3.2
∆
(3.1)
Keterangan :
= laju kalor konveksi tiap satuan watt atau ( / )
∆Q = jumlah kalor yang dipindahkan dalam satuan Joule ( )
∆ = waktu terjadi aliran kalor ( )
∆ = perbedaan suhu antara benda dan fluida ( )
= koefisien konveksi ( / )
2
2
= luas permukaan benda yang bersentuhan dengan fluida ( )
= panjang batang ( )
58

