Page 88 - E-Modul Fisling Berbasis STEM_Neat
P. 88

1)  Pengukuran Debit Air Sungai










                                                                                                             T







                    Gambar 43. Debit air sungai dapat diukur dengan teknik pengenceran radiotracer

                      Sumber: https://docplayer.info/119027808-Buku-pintar-nuklir-penyusun.html

                 Metode  dasar  dalam  pengukuran  debit  air  sungai  adalah  pengenceran  radiotracer.

             Radiotracer dalam jumlah tertentu yang tidak berbahaya dilepas dibagian hulu sungai dan

             diukur konsentrasinya di bagian hilir. Besarnya perubahan kadar perunut karena terjadinya
             pengenceran oleh aliran (debit) air sungai dapat diketahui dengan cara mencacah langsung

             intensitas radiasi dalam air sungai tersebut. Penggunaan radiotracer untuk mengukur debit air
             sungai  terbukti  lebih  sederhana  dibandingkan  metode  pengukuan  menggunakan  current

             meter.  Kelebihan  lainnya  adalah  pengukurannya  dapat  dilakukan  lebih  cepat  dan  dapat
             dilakukan pada saat sungai sedang banjir. Pengukuran debit air sungai antara 300-600 m3 per

             detik hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Makin turbulen arus air sungai,

             makin cepat dan makin baik hasil pengukurannya.

             2)  Penentuan Gerakan Sedimen


                 Proses pendangkalan pelabuhan merupakan proses alamiah yang tidak bisa dicegah. Pada

             pelabuhan  dangkal,  kapal-kapal  besar  tidak  akan  dapat  merapat  ke  dermaga,  sehingga
             bongkar muat barang dapat terganggu. Sedang untuk pengerukan endapan diperlukan biaya

             yang sangat besar. Oleh sebab itu, pendangkalan pada suatu pelabuhan dan alur pelayaran
             merupakan  masalah  yang  sangat  serius  karena  menyangkut  kelangsungan  pelayanan

             perhubungan laut.














                                                                                                   88
   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93