Page 89 - E-Modul Fisling Berbasis STEM_Neat
P. 89

T


                        Gambar 44. Mempelajari arah gerak sedimen dengan perunut radioisotop


                  Sumber: http://arvanrastavian.blogspot.com/2011/07/radioisotop-dalam-hidrologi.htm


                 Salah  satu  usaha  yang  dapat  ditempuh  untuk  memperkecil  kecepatan  pendangkalan
             pelabuhan maupun alur pelayaran oleh sedimen adalah dengan mengetahui perilaku sedimen,

             yaitu menentukan dari mana asal dan kemana arah gerakan sedimen tersebut. Data mengenai

             arah pergerakan sedimen dapat digunakan untuk perencanaan penentuan posisi dan arah alur
             pelayaran serta menentukan tempat untuk pembuangan endapan hasil pengerukan agar tidak

             kembali  ke  tempat  semula.  Semua  usaha  ini  akan  dapat  mengurangi  laju  pendangkalan
             sehingga frekwensi pengerukan bisa dikurangi dan biaya untuk pengerukan bisa dihemat.


                 Teknik  pelaksanaan  penentuan  arah  gerakan  sedimen  dilakukan  dengan  menandai
             sedimen  yang  diambil  di  pelabuhan  dengan  radioisotop  seperti  Kromoium-51(Cr  -51),

             Aurum -198 (Au-198) dan Skandium-46 (Sc-46) atau membuat endapan tiruan yang bersifat           E

             radioaktif seperti pelapisan lumpur dengan zat radioaktif atau pasir tiruan yang diaktifkan
             (pasir ini dibuat dari gelas yang mengandung radioisotop Iridium-192 (Ir- 192) dan Sc- 46).

             Sedimen radioaktif tersebut selanjutnya dilepaskan ke dasar laut di daerah yang diselidiki.
             Endapan radioaktif ini akan mengikuti gerak endapan asli.


                 Metode ini dapat digunakan untuk mempelajari arah, kecepatan dan penyebaran lumpur
             ataupun pasir yang berperan dalam proses pendangkalan pelabuhan. Pengamatan tersebut

             dapat  dilakukan  menggunakan  pemantau  radiasi  dari  permukaan  laut  atau  di  atas  kapal.

             Selain itu, studi ini juga dapat dipakai untuk mengetahui efisiensi transpot sedimen dan erosi.

             3)  Deteksi Kebocoran Dan Sumbatan Pipa Bawah Tanah

                 Mencari kebocoran dan sumbatan pipa di bawah tanah merupakan pekerjaan besar dan
              tidak sederhana. Dengan teknik perunut radioisotop, pekerjaan yang membutuhkan tenaga

              besar tersebut ternyata dapat disederhanakan.




                                                                                                   89
   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94