Page 331 - 95213-undang--undang-nomor-7-tahun-2017-tentang-pemilu
P. 331

PRESIOEN
                                                  REPUBLIK INDONESIA




                                                          -289 -





                               (5)   Penyidik  dan penuntut sebagaimana  dimaksud  pada ayat (3)
                                     diperbanhrkan sementara  dan tidak diberikan  tugas lain dari
                                     instansi asalnya selama menjalankan  tugas di Gakkumdu.
                               (6) Pihak instansi asal memberikan  penghargaan kepada
                                     penyrdik dan penuntut yang telah menyelesaikan  tugas
                                     sebagaimana  dimaksud  pada ayat (a) dan ayat (5) sesuai
                                     dengan ketentuan  peraturan perundang-undangan.
                               (71 Gakkumdu sebagaimana dimaksud  pada ayat (1) dalam
                                     melaksanakan  tugasnya dibanhr oleh sekretariat Gakkumdu.

                               (8)   Sekretariat Gakkumdu  sebagaimana  dimaksud  pada ayat (7)
                                     melekat pada sekretariat Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan
                                     Bawaslu Kabupaten/ Kota.

                               (e)   Anggaran operasional Gakkumdu dibebankan pada anggaran
                                     Bawaslu.
                               (10) Untuk pembentukan GakJ<umdu  di luar negeri, Bawaslu,
                                     Kepolisian  Negara Republik  Indonesia,  dan Kejaksaan Agung
                                     Republik Indonesia  berkoordinasi dengan  Kementerian  Luar
                                     Negeri.
                               (l 1)  Ketentuan lebih lanjut mengenai  Gakkumdu diatur dengan
                                     Peraturan  Bawaslu.



                                                               Pasa] 487

                               (1)   Peraturan Bawaslu  sebagaimana  dimaksud  dalam Pasal 486
                                     ayat (11) disusun secara bersama oleh Kepala Kepolisian
                                     Negara Republik  Indonesia, Jaksa Agung Republik  Indonesia,
                                     dan Ketua Bawaslu.

                               (21   Peraturan Bawaslu        gglagaimana      dimaksud pada ayat (1)
                                     ditetapkan setelah berkonsultasi  dengan DPR dalam forum
                                     rapat dengar pendapat.





                                                                                                BAB II .
   326   327   328   329   330   331   332   333   334   335   336