Page 2 - PUEBI 2
P. 2
Sekilas kalimat-kalimat tersebut tampak logis. Akan tetapi, bila kita cermati
lebih jauh, nyatanya kalimat itu tidak memenuhi kriteria kelogisan. Kalimat yang
logis sebagai pembetulan dari kalimat di atas adalah
a. Bapak Menteri kami persilakan.
b. Haryanto Arbi meraih gelar juara pertama Jepang Terbuka.
2. Keparalelan (kesejajaran)
Keparalelan dalam kalimat berarti kesamaan bentuk kata yang digunakan
dalam kalimat itu. Artinya, kalau bentuk pertama menggunakan nomina, bentuk
kedua dan seterusnya juga harus menggunakan nomina. Hal yang sama berlaku pada
bentuk lain seperti verba.
Contoh:
a) Program kerja ini sudah lama diusulkan, tetapi pimpinan belum menyetujuinya.
Bentuk ketidaksejajaran kalimat di atas disebabkan oleh penggunaan kata
kerja pasif diusulkan yang dikontraskan dengan bentuk aktif menyetujui. Agar
menjadi sejajar, bila bagian pertama menggunakan bentuk pasif, bentuk kedua pun
harus berbentuk pasif, atau sebaliknya. Dengan demikian, kalimat tersebut akan
menjadi sejajar, seperti di bawah ini
a) Program kerja ini sudah lama diusulkan, tetapi belum disetujui pimpinan.
b) Kami sudah lama mengusulkan program kerja ini, tetapi pimpinan belum
menyetujuinya.
3. Ketegasan
Ketegasan yang dimaksud adalah perlakuan penonjolan pada ide pokok
kalimat. Dalam sebuah kalimat ada ide yang perlu ditonjolkan. Ada beberapa cara
dalam penyusunan kalimatnya.
a. Meletakkan kata yang ditonjolkan di awal kalimat
Contoh:
Harapan Presiden ialah agar rakyat giat membangun bangsa dan negaranya.
b. Membuat urutan kata yang bertahap
Contoh:

