Page 6 - PUEBI 2
P. 6
Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung
A. Kalimat Langsung
Kalimat langsung merupakan kalimat hasil kutipan langsung dari perkataan
seseorang yang sama persis seperti apa yang dikatakannya. Penanda kalimat langsung
paling umum adalah adanya tanda petik dua (“....”) yang menunjukkan apa yang
dikatakan seseorang.
Dalam praktik kepenulisan, penggunaan kalimat langsung dapat mengikuti
pola berikut
1. Pengiring, “kutipan”
Contoh:
Ayah berkata, “segeralah berangkat ke sekolah.”
2. “Kutipan”, pengiring
Contoh:
“Orang-orang dewasa selalu berlaku tidak adil kepada anak-anak,” Mira
menggerutu di tengah permainan.
3. “Kutipan,” pengiring, “kutipan”
Contoh:
“Tetapi,” Pak Min menghela napas sekejap, “apa yang dikhawatirkan warga sama
sekali tidak terjadi.”
B. Kalimat Tidak Langsung
Kalimat tidak langsung merupakan kalimat yang melaporkan atau
memberitahukan perkataan orang lain dalam bentuk kalimat berita. Kalimat tidak
langsung berbeda dengan kalimat langsung. Perbedaan paling terlihat adalah tidak
adanya penggunaan tanda petik dua (“....”). Selain itu, terdapat perubahan kata ganti
orang.
Berikut adalah contoh-contoh kalimat tidak langsung yang sederhana yang
dapat kita temukan di kehidupan sehari-hari
1. Ayah mengatakan bahwa aku harus segera berangkat ke sekolah.
2. Mira berpikir bahwa orang-orang dewasa selalu berlaku tidak adil kepada anak-
anak seperti dirinya.

