Page 8 - PUEBI 2
P. 8

KERANGKA CERITA


                  Apa itu kerangka?
                         Kerangka atau outline adalah suatu rencana yang memuat garis-garis besar suatu

                  susunan  (dalam  pembahasan  ini  adalah  cerita)  yang  akan  dibuat  dan  berisi  ide  yang

                  disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur.
                         Menulis kerangka bukanlah suatu keharusan bagi setiap penulis. Bagi seseorang

                  yang sudah biasa menulis, misalnya, ia tidak perlu lagi menuliskan kerangka cerita karena
                  ide-idenya telah lekat di kepalanya. Artinya, proses menulis akan mengalir begitu saja

                  mulai dari awal hingga akhir. Meskipun begitu, penulis yang satu ini sebenarnya telah
                  memikirkan kerangka dalam ingatannya. Hanya saja ia tidak menuangkannya ke dalam

                  bentuk tulisan. Tanpa kerangka sekalipun, ia mampu menulis dengan sistematis tanpa

                  mengalami kesulitan.
                         Bagi seorang penulis pemula, kerangka cerita dapat menjadi suatu pedoman agar

                  penulisan tidak melebar ke topik yang lain. Hal ini sangat penting mengingat sebuah

                  cerita (dalam hal ini adalah cerpen) mesti memiliki satu permasalahan utama. Ya, hanya
                  satu saja. Memang tidak salah apabila seseorang memasukkan topik lain dalam suatu

                  cerita. Akan tetapi, hal tersebut justru akan membuat cerita menjadi kurang sedap dibaca.


                  Menulis kerangka cerita
                         Apa saja yang perlu ditulis dalam kerangka cerita? Untuk menjawab pertanyaan

                  ini, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apakah yang penting dan diperlukan dalam

                  sebuah cerita. Bagi penulis pemula, paling tidak kerangka cerita dapat kita tulis dengan
                  mempertimbangkan hal-hal berikut ini

                      1.  Perkenalan (Pembuka)
                             Sebuah  cerita  dengan  pembuka  yang  memikat  akan  menarik  perhatian

                      pembaca. Bisa jadi, sebuah cerita yang baik tidak dibaca oleh pembacanya karena
                      bagian pembuka yang kurang menjerat. Pembuka cerita ibarat pintu masuk ke dalam

                      cerita. Maka, bila pintu masuk itu tidak menarik sama sekali, sangat mungkin akan

                      segera ditinggalkan pembacanya.
                             Perlu diingat bahwa yang ditulis dalam kerangka cerita bukanlah pembukaan

                      yang utuh. Cukup tuliskan bagian pentingnya saja. Pengemasan pembuka cerita yang
   3   4   5   6   7   8   9   10