Page 9 - PUEBI 2
P. 9

menarik dapat dipelajari dengan membaca cerita-cerita yang sudah ada. Bukankah
                      pekerjaan penulis sebelum menulis adalah membaca?

                      2.  Konflik dan Klimaks
                             Konflik  adalah  bagian  yang  harus  ada  dalam  cerita.  Konflik  merupakan

                      permasalahan yang dialami tokoh dalam cerita. Selanjutnya, kita mengenal klimaks,

                      yaitu ketika konflik telah memuncak. Bagian ini  perlu dituliskan dalam kerangka
                      cerita,  karena  sekaligus  akan  membuat  penulis  fokus  pada  permasalahan  yang

                      diangkat dalam cerita.
                      3.  Penyelesaian

                             Bagian ini berisi bagaimana si tokoh dalam menyelesaikan permasalahan yang
                      dihadapinya.  Tentu,  masing-masing  penulis  mempunyai  cara  tersendiri  untuk

                      menutup  atau  menyelesaikan  sebuah  cerita,  baik  akhir  yang  bahagia,  sedih,  atau

                      malah menggantung. Semua tergantung kreativitas penulis.


                  Apa Selanjutnya?

                         Penulisan kerangka cerita sebenarnya sudah selesai. Akan tetapi, ada baiknya kita
                  mempelajari bagaimana kita akan menulis cerita tersebut. Kita sering mengenal alur maju

                  ataupun alur mundur. Bila menggunakan alur maju, berarti cerita kita akan dikisahkan
                  secara  kronologis,  mulai  dari  peristiwa  pertama,  kemudian  baru  diikuti  peristiwa-

                  peristiwa selanjutnya. Lain halnya bila menggunakan alur mundur. Kita dapat melompat
                  dari peristiwa di masa kini, kemudian kembali ke peristiwa sebelumnya.

                         Permisalan alur maju adalah: A-B-C-D-E, sedangkan alur mundur bisa jadi B-D-

                  A-C-E atau  yang lainnya sesuai selera pembaca. Akan tetapi, apa  yang lebih penting
                  daripada itu adalah kapan kita harus memunculkan peristiwa yang satu dengan yang lain.

                  Maksudnya, penulis yang baik tentu paham kapan ia harus membuat klimaks, kapan ia
                  harus membuat  antiklimaks, dan seterusnya. Penulisan cerita tidak harus pengenalan-

                  konflik-klimaks-antiklimaks-penyelesaian. Penulis dapat bermain sesuka hati misalnya
                  menurunkan konflik terlebih dahulu sebelum memunculkan klimaks.

                         Apa  yang  terpenting  dalam  menulis  cerita  adalah  terus  berlatih,  dan  terus

                  membaca karya-karya yang sudah ada sebelumnya, yang diakui sebagai cerita yang baik
                  (tentu oleh orang yang berpengalaman di bidangnya).
   4   5   6   7   8   9   10