Page 700 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 700
http://pustaka-indo.blogspot.com
oleh kaum Buddhis untuk menyatakan realitas tertinggi,
tujuan dan cita-cita manusia dan akhir penderitaan. Seperti
halnya Tuhan sebagai muara pencarian monoteistik, nirvana
tidak dapat didefinisikan secara rasional karena berada pada
tatanan pengalaman yang berbeda.
Numinous. Dari bahasa latin numen: Ruh. Persepsi tentang
keilahian, transendensi, dan kekudusan (q.v.) yang selalu
membawa rasa kagum, takjub, dan gentar.
Oikumene (b. Yunani). Dunia berperadaban.
Oknum (persona; jamak, personae) (b. latin). Topeng yang
dikenakan oleh seorang aktor untuk mencerminkan karakter
yang dipentaskannya kepada pemirsa dan untuk membuat
suaranya terdengar di dalam gedung pertunjukan. Istilah ini
dipilih oleh orang Kristen Barat untuk menyatakan tiga
hypostases Trinitas. Ketiga “oknum” tersebut adalah Bapa,
Putra, dan Roh.
Ortodoks, Ortodoksi. Secara harfiah, “ajaran yang benar”.
Istilah yang dipakai Kristen Yunani untuk membedakan orang
yang mengikuti doktrin gereja yang benar dari mereka yang
dianggap kafir, seperti pengikut Arian atau Nestorian. Istilah
ini juga diterapkan pada agama Yahudi tradisional yang
menuntut ketaatan ketat terhadap Taurat.
Ousia (b. Yunani). Esensi, hakikat. Yang menjadikan sesuatu
sebagaimana adanya. Seseorang atau objek dilihat dari
dalam. Jika diterapkan kepada Tuhan, istilah ini menunjukkan
bahwa esensi Tuhan berada di luar jangkauan pemahaman
dan pengalaman manusia.
Parzuf (jamak, parzufim) (b. Yunani). Wajah. Seperti halnya
oknum (personae) dalam Trinitas; sebagian aliran Kabbalah
~693~ (pustaka-indo)

